Feed on
Tulisan
Komentar

Mungkin tidak banyak yang melakukannya. Selain karena kesibukan kerja, mungkin gengsi juga. Hehehehe… Tapi tidak dengan bapak kita yang satu ini. Beliau adalah pak Ria Saptarika, wakil walikota batam. beliau adalah seorang kader dari PKS. Ditengah kesibukannya sebagai pejabat pelayan rakyat, beliau masih menyempatkan diri untuk menulis dan membalas komentar - komentar yang masuk ke blog pribadi beliau. Bahkan saya sempat juga posting sebuah keluh-kesah tentang bagaimana susahnya pengurusan KTP di batam. Yang hingga hari ini belum jadi. Terpaksa deh, setiap pulang kerja, mesti bayar fiskal lagi kalo mo berangkat. Hehehe…

Disamping itu juga, beliau adalah salah seorang yang mengkampanyekan batam cyber city. Menjadikan batam kota yang melek dunia IT. Itulah mengapa sekarang kita bisa akses internet gratis di taman engku putri dekat mall batam center.

Terus berjuang pak, semoga kebaikan dan usaha yang ikhlas mendapatkan balasan surga dari Sang Maha Kaya.

Setidaknya itulah yang aku lakukan sore ini ( 1 Agustus 2008 ). Karena keinginan untuk lebih cepat sampai dirumah, aku sedikit terburu-buru. Berlari kecil sejak keluar dari pintu MRT di HF, dalam ruangan stasiun sampai dengan lift menuju ticketing di sebuah armada penyeberangan. Namun apa yang aku dapat. Ah, ternyata sudah tutup untuk jadwal jam 7. Terpaksalah menunggu sampai dengan pelayaran berikutnya.

Hm…, tapi setelah duduk didalam ruangan banquete, menikmati segelah ovaltine hangat, barulah aku sadar bahwa apa yang aku lakukan adalah kurang bijaksana. Jika saja pada saat terburu-buru tadi aku menabrak seseorang, atau terjatuh, atau lainnya yang mungkin akan mengakibatkan diriku dan atau prang lain cidera, tentulah bukan cepat pulang yang aku dapat. Akan tetapi malah akan memperlambat atau bahkan bisa batal. Hm…memang indah jika kita bersabar dan melakukan semuanya dengan penuh tanggung jawab.

Terima kasih ya Allah, Engkau telah memberikan pelajaran berharga hari ini. Semoga kedepan aku bukanlah seorang yang suka bertindak dengan tidak bertanggung jawab.

Ya, ini sekedar himbauan saja. Merujuk pengalaman dari saya sendiri yang beberapa waktu lalu melakukan transaksi di hypermart mega mall batam center.

Saya membeli 2 item elektronik dan dijanjikan barang baru ( barang baru berarti asumsi saya tidak ada goresan / penyok ). Tapi apa yang saya terima ternyata adalah barang yang penuh dengan goresan dan penyok ( bekas terbentur ) pada pintu dan bagian samping.

Berikut kronologis ceritanya :

  • Tanggal 6 Juli saya melakukan pembelian Lemari Es merk SHARP tipe F200M dan sebuah mesin cuci merk DENPO tipe DW-800
  • Pihak batam Hypermart ( selanjutnya akan saya tulis HM ) menjanjikan akan mengirimkan barang tersebut besok paginya.
  • Tetapi sampai dengan hari yang di janjikan ( 7 Juli 2008 ), barang yang kami beli belum juga di antar. ( 1 ). Awalnya istri saya sudah menanyakan, dan dijawab oleh pihak HM bahwa barang sudah di kirim
  • Keesokan harinya, istri saya melakukan konfirmasi kepada pihak HM, perihal pengiriman yang telat. Tapi apa alasan mereka >??? Sangat mengecewakan. Pihak HM malah menyebutkan bahwa bukti pembelian yang mereka pegang HILANG/ TIDAK ADA. Dan istri saya diminta untuk memberikan copy pembelian. Managemen macam apa ini ?????
  • Akhirnya istri saya datang kembali ke Hypermart Batam Center untuk memberikan copy transaksi.
  • Sore harinya, barang yang di beli diantarkan kerumah. Tetapi ada keanehan yang terjadi. Pihak pengantar tidak bersedia membuka / melakukan pengecekan di tempat penerima dengan alasan bahwa barang yang dikirim sudah di cek terlebih dahulu. Oleh karena itu, setelah memindahkan barang dari mobil kedalam rumah, mereka langsung pergi dan bahkan tidak meminta pihak penerima untuk menandatangani surat jalan ( seperti yang biasa saya lakukan jika saya menerima barang kiriman ). Saat menerima barang, istri saya hanya bersama 2 orang anak saya.
  • Karena tidak ada orang ( istri saya hanya bersama 2 orang bayi dan ibu saya ), maka saya minta untuk tidak membuka dulu, karena kotak Lemari Es cukup besar, dan karena saya sedikit curiga, kenapa pihak delivery tidak bersedia melakukan check di tempat saat serah terima.
  • Setelah 5 hari saya kembali dari luar kota, saya check semuanya. Dan apa yang saya dapatkan benar-benar diluar ekspectasi saya. Lemari ES SHARP yang saya beli ada goresan di pintu dan penyok dibagian bawah serta pada bagian samping kanan. Sendangkan untuk mesin cuci, ada banyak sekali goresan pada bagian depan bawahnya ( masih bagusan mesin cuci saya yang sudah 2 tahun saya pakai di jakarta ).
  • Segera saja saya laporkan ke pihak Hypermart. Saya coba ceritakan kronologis ceritanya, dan mereka hanya berkilah bahwa hanya menerima complain 1×24 Jam. Mungkin memang saya juga salah, karena baru complain, tetapi itu karena tidak ada orang dirumah.

Sekali lagi saya himbau, untuk sangat berhati-hati melakukan transaksi di Hypermart Mega Mall Batam Center

Sebuah kisah nyata:

Kisah ini dialami oleh sebuah keluarga muda, terdiri dari suami-isteri beserta anak perempuannya yang masih balita. Takdir Allah telah menggariskan ajal sang isteri, Ibu muda itu telah kembali menghadap kepada-Nya, dan meninggalkan sang suami beserta anak kecil yang dicintainya.
Mulailah sang ayah mengarungi kehidupannya, sambil bekerja mencari nafkah, dia pun berusaha dengan telaten memelihara sang buah hatinya. Kehidupan itu memang penuh warna,.. kadang sedih,..kadang bahagia,..kadang di atas,..kadang di bawah …diinjak….

Begitu juga kehidupan ekonomi sang ayah ini, mulai tersendat-sendat, sehingga dia mesti bekerja lebih keras lagi, lelah,.. capek,…ujung-ujungnya mudah emosi. Apalagi laki-laki memang diciptakan Allah dengan karakter yang berbeda dengan wanita yang penuh kelembutan dan kesabaran, yang menambah kompleksitas sang ayah dalam memelihara dan mengasuh anak semata wayangnya.

Anak kecil memang punya dunianya sendiri. Dengan fitrah dan rasa ingin tahunya, si anak mulai bertingkah polah, yang mulai menyedot energi sang ayah… Nada kesal mulai muncul dari mulut sang ayah,…nada tinggi mulai keluar,.. kadang sampai ke tingkat bentakan…Memang capek ngemong anak itu,.. pikir sang ayah,… sambil teringat almarhumah istrinya..
Suatu hari, dalam kepenatan sang ayah,.. si kecil bertingkah lagi. Sasarannya sekarang kotak boks tissu.

Si kecil asyik mengeluarkan seluruh isi tissu,… bertebaranlah kemana-mana. Si Ayah pun meledaklah emosinya sambil membentak:
“Udah,.. jangan main main tissu !”
Si kecil seolah tak peduli,..tinggal boks tissu kosong yang dia pegang,..
Si Ayah hampir saja marah lagi,.. tapi dia tercenung,..
aneh karena si kecil mengambil kertas pembungkus,.. seakan ingin membuat kado dari boks tissu itu.

Esok harinya baru si Ayah sadar, hari ini adalah hari ulang tahunnya.. Dan benar saja,.. si kecil membawa sebuah kotak yang terbungkus… Sebenarnya si Ayah juga agak heran,..hadiah apa yang mau diberikan si kecil,.. karena saking morat-marit kehidupan ekonominya. Diterimanya hadiah dari si kecil,.. dibukanya bungkusan itu,.. dan isinya,.. boks tissue itu… “Hmm,.. apa ya isinya” pikir si Ayah,.. tapi kosong melompong… Entah mengapa,.. si Ayah merasa dipermainkan si kecil. “Apa-apaan ini,.. kamu mempermainkan ayah ya !” dengan nada yang tinggi. Emosi seolah melupakannya kalau yang dihadapinya adalah anak yang masih kecil.

“Udah tahu Ayah sedang susah,.. ngasih hadiah KOSONG lagi !!”
Mata si kecil pun berkaca-kaca.
“Ayah,.. nggak,.. nggak,.. Aku nggak kasih hadiah kosong”, suaranya agak tersendat.
“Ini apa,..lihat tuh,..KOSONG”, si ayah tambah emosi,..lupa hari ulang tahunnya.
“Kotak itu PENUH Ayah..” jawab si kecil
“Penuh gimana,.. ini kosong”
“Penuh ayah,… PENUH CIUMAN untuk ayah….”, ” Aku SAYANG Ayah”

Termenung lah si ayah,.. baru sadar bahwa si kecil buat hatinya sangat mengasihinya.
Baru tahu kalau si kecil dari jauh menciuminya,.. menciumnya di boks tissue itu…

Terharulah si Ayah, meleleh lah airmatanya…ternyata si kecil sangat menyanyanginya,..
walaupun selama ini dia kurang sabaran menghadapi tingkah polahnya. Dia baru menyadari bahwa selama ini dia haus untuk dikasihi,… tapi lupa untuk mengasihi. Dan si kecil, dengan fitrahnya yang masih suci,.. memberinya inspirasi dan pelajaran berharga akan arti Mengasihi seseorang.

Allah, si pemilik sebenarnya dari si anak, telah berencana. Beberapa saat setelah kejadian tersebut, si kecil jatuh sakit dan tak lama kemudian menyusul ibunya, menghadap sang Pencipta. Si Ayah telah kehilangan dua orang yang sangat dicintainya.
Tapi kotak “penuh ciuman” itu tetap disimpannya.
Disaat resah dan gundah,.. didekapnya kotak tissu itu,… mengingatkannya akan si kecil, buah hatinya.

[ dari milis Indonesia Muslim Community at S'Pore : <<Disadur secara bebas dari Acara CAHAYA HATI KH. Abdullah Gymnastiar 20 Juni 2008 selepas acara Euro soccer Jerman vs. Portugal.>> ]

Banyak orang tertawa tanpa (mau) menyadari sang maut sedang mengintainya. Banyak orang cepat datang ke shaf shalat laiknya orang yang amat merindukan kekasih. Sayang ternyata ia datang tergesa-gesa hanya agar dapat segera pergi. Seperti penagih hutang yang kejam ia perlakukanTuhannya. Ada yang datang sekedar memenuhi tugas rutin mesin agama .Dingin, kering dan hampa,tanpa penghayatan. Hilang tak dicari, ada tak disyukuri. Dari jahil engkau disuruh berilmu dan tak ada idzin untuk berhenti hanya pada ilmu. Engkau dituntut beramal dengan ilmu yang ALLAH berikan. Tanpa itu alangkah besar kemurkaan ALLAH atasmu. Tersanjungkah engkau yang pandai bercakap tentang keheningansenyap ditingkah rintih istighfar, kecupak air wudlu di dingin malam, lapar perut karena shiam atau kedalaman munajat dalam rakaat-rakaat panjang.

Tersanjungkah engkau dengan licin lidahmu bertutur, sementara dalam hatimu tak ada apa-apa. Kau kunyah mitos pemberian masyarakat dan sangka baik orang-orang berhati jernih, bahwa engkau adalah seorang saleh, alim, abid lagi mujahid, lalu puas meyakini itu tanpa rasa ngeri. Asshiddiq Abu Bakar.r.a. Selalu gemetar saat dipuji orang. “Ya ALLAH, jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka, janganlah Engkau hukum aku karena ucapan mereka dan ampunilah daku lantaran ketidak tahuan mereka”, ucapnya lirih. Ada orang bekerja keras dengan mengorbankan begitu banyak harta dan dana, lalu ia lupakan semua itudan tak pernah mengenangnya lagi. Ada orang beramal besar dan selalu mengingat-ingatnya, bahkan sebagian menyebut-nyebutnya. Ada orang beramal sedikit dan mengklaim malnya sangat banyak. Dan ada orang yang sama sekali tak pernah beramal, lalu merasa banyak amal dan menyalahkan orang yang beramal, karena kekurangan atau ketidak-sesuaian amal mereka dengan lamunan pribadinya, atau tidak mau kalah dan tertinggal di belakang para pejuang. Mereka telah menukar kerja dengan kata.

Dimana kau letakkan dirimu? Saat kecil, engkau begitu takut gelap,suara dan segala yang asing. Begitu kerap engkau bergetar dan takut. Sesudah pengalaman dan ilmu makin bertambah, engkaupun berani tampil di depan seorang kaisar tanpa rasa gentar. Semua sudah jadi biasa, tanpa rasa. Telah berapa hari engkau hidup dalam lumpur yang membunuh hatimu sehingga getarannya tak terasa lagi saat ma’siat menggodamu dan engkau meni’matinya? Malam-malam berharga berlalu tanpa satu rakaatpun kau kerjakan. Usia berkurang banyak tanpa jenjang kedewasaan ruhani meninggi. Rasa malu kepada ALLAH, dimana kau kubur dia? Di luar sana rasa malu tak punya harga. Mereka jual diri secara terbuka lewat layar kaca, sampul majalah atau bahkan melalui penawaran langsung. Ini potret negerimu: 228.000 remaja mengidap putau. Dari 1500 respondenusia SMP & SMU, 25 % mengaku telah berzina dan hampir separohnya setuju remaja berhubungan seks di luar nikah asal jangan dengan perkosaan. Mungkin engkau mulai berfikir “Jamaklah, bila aku main mata dengan aktifis perempuan bila engkau laki-laki atau sebaliknya dicelah-celah rapat atau berdialog dalam jarak sangat dekat atau bertelepon dengan menambah waktu yang tak kauperlukan sekedar melepas kejenuhan dengan canda jarak jauh” Betapa jamaknya ‘dosa kecil’ itu dalam hatimu. Kemana getarannya yang gelisah dan terluka dulu, saat “TV Thaghut” menyiarkan segala “kesombongan jahiliyah dan maksiat?”Saat engkau muntah melihat laki-laki (banci) berpakaian perempuan,karena kau sangat mendukung ustadzmu yang mengatakan.”Jika ALLAH melaknat laki-laki berbusana perempuan dan perempuan berpakaian laki-laki, apa tertawa riang menonton akting mereka tidak dilaknat?” Ataukah taqwa berlaku saat berkumpul bersama, lalu yang berteriak paling lantang “Ini tidak islami” berarti ia paling islami, sesudah itu urusan tinggallah antara engkau dengan dirimu, tak ada ALLAH disana?

Sekarang kau telah jadi kader hebat. Tidak lagi malu-malu tampil. Justru engkau akan dihadang tantangan : sangat malu untuk menahan tanganmu dari jabatan tangan lembut lawan jenismu yang mudadan segar. Hati yang berbunga-bunga didepan ribuan massa. Semua gerak harus ditakar dan jadilah pertimbanganmu tergadai pada kesukaan atau kebencian orang, walaupun harus mengorbankan nilai terbaik yang kaumiliki. Lupakah engkau, jika bidikanmu ke sasaran tembak meleset 1milimeter, maka pada jarak 300 meter dia tidak melenceng 1 milimeter lagi? Begitu jauhnya inhiraf di kalangan awam, sedikit banyak karenapara elitenya telah salah melangkah lebih dulu. Siapa yang maumenghormati ummat yang “kiayi”nya membayar beberapa ratus ribu kepada seorang perempuan yang beberapa menit sebelumnya ia setubuhi di sebuah kamar hotel berbintang, lalu dengan enteng mengatakan “Itu maharku, ALLAH waliku dan malaikat itu saksiku” dan sesudah itu segalanya selesai, berlalu tanpa rasa bersalah?Siapa yang akan memandang ummat yang da’inya berpose lekat dengan seorang perempuan muda artis penyanyi lalu mengatakan “Ini anakku, karena kedudukan guru dalam Islam adalah ayah, bahkan lebih dekat daripada ayah kandung dan ayah mertua?” Akankah engkau juga menambah barisan kebingungan ummat lalu mendaftar diri sebagai ‘alimullisan (alim di lidah)? Apa kau fikir sesudah semua kedangkalan ini kau masih aman dari kemungkinan jatuh kelembah yang sama? Apa beda seorang remaja yang menzinai teman sekolahnya dengan seorang alim yang merayu rekan perempuan dalam aktifitas da’wahnya? Akankah kau andalkan penghormatan masyarakat awam karena statusmu lalu kau serang maksiat mereka yang semakin tersudut oleh retorikamu yang menyihir? Bila demikian, koruptor macam apa engkau ini? Pernah kau lihat sepasang mami dan papi dengan anak remaja mereka. Tengoklah langkah mereka di mal. Betapa besar sumbangan mereka kepada modernisasi dengan banyak-banyak mengkonsumsi produk junk food, semata-mata karena nuansa “westernnya”. Engkau akan menjadi faqih pendebat yang tangguh saat engkau tenggak minuman halal itu, dengan perasaan “lihatlah, betapa Amerikanya aku”. Memang, soalnya bukan Amerika atau bukan Amerika, melainkan apakah engkau punya harga diri.

[(alm) KH. Rahmat Abdullah, semoga Allah menerima amal kebaikan beliau, amin..]

Pagi ini iseng-iseng buka email dari milis. Ada satu email menarik, judulnya ” joke roy suryo “. Mula-mula tidak tertarik, maklum tidak ada yg berbobot kalo berita mengenai orang yang satu ini :D . Tapi namanya juga iseng, akhirnya di buka juga…. hehehe ini isinya :

1. buka http://www.google.co.id
2. ketik ‘ temukan roy suryo ‘ tanpa tanda kutip
3. tekan tombol ‘Saya Lagi Beruntung’
4. lihat hasilnya

Mau lihat hasilnya ???

googlepunenggan

Hahahaha, kalo saja nggak dikantor, pasti akan ngakak.. Bahkan sang google pun enggan untuk mencari orang satu ini… :D

[Humor pagi hari]

Tokoh penuh hikmah Luqmanul Hakim pernah menasihati anaknya. ”Anakku, hiduplah untuk duniamu sesuai porsi yang Allah berikan. Dan hiduplah untuk akhiratmu sesuai porsi yang Allah berikan.” Tak seorangpun tahu berapa lama jatah hidupnya di dunia fana ini. Ada yang mencapai 60, 70 atau 80-an tahun. Ada yang bahkan berumur pendek. Wafat saat masih muda beliau. Yang pasti tak seorangpun bisa memastikan porsi umurnya di dunia. Pendek kata Wallahu a’lam, Allah saja yang Maha Tahu.

Adapun jatah hidup kita kelak di akhirat adalah tidak terhingga. Kita insyaAllah bakal hidup kekal selamanya di sana.

خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا

Alangkah senangnya bila hidup kekal tersebut dipenuhi dengan kenikmatan surga. Namun, sebaliknya, alangkah celakanya bila kehidupan abadi tersebut diisi dengan siksa neraka yang menyala-nyala. ”Ya Allah, kami mohon kepadaMu surgaMu dan apa-apa yang mendekatkan kami kepadanya, baik ucapan maupun perbuatan. Ya Allah, kami berlindung kepadaMu dari siksa nerakaMu dan apa-apa yang mendekatkan kami kepadanya, baik ucapan maupun perbuatan.”

Artinya, jika kita bandingkan lama hidup di dunia dengan di akhirat, maka jatah hidup di dunia sangatlah sedikit. Sedangkan hidup manusia di akhirat sangat luar biasa lamanya. Praktis, hidup manusia di dunia seolah zero time (nol masa waktu) dibandingkan hidup di akhirat kelak. Wajar bila Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam sampai mengibaratkan dunia bagai sebelah sayap seekor nyamuk. Artinya sangat tidak signifikan. Dunia sangat tidak signifikan untuk dijadikan barang rebutan.

Orang beriman kalaupun turut berkompetisi atau berjuang di dunia hanyalah sebatas mengikuti secara disiplin aturan main yang telah Allah subhaanahu wa ta’aala gariskan. Mereka tidak mengharuskan apalagi memaksakan hasil. Sehingga bukanlah menang atau kalah yang menjadi isyu sentral, melainkan konsistensi (baca: istiqomah) di atas jalan Allah. Berbeda dengan orang-orang kafir dan para hamba dunia lainnya. Mereka tidak pernah peduli dengan aturan main Allah subhaanahu wa ta’aala. Yang penting harus menang. Prinsip hidup mereka adalah It’s now or never (Kalau tidak sekarang, kapan lagi…?!). Sedangkan prinsip hidup orang beriman adalah If it’s not now then it will be in the Hereafter (Kalaupun tidak sekarang, maka masih ada nanti di akhirat). Sehingga orang beriman akan selalu tampil elegan, tidak norak ketika terlibat dalam permainan kehidupan dunia. Sebab kalaupun ia kalah di dunia, ia sadar dan berharap segala usahanya yang bersih tersebut tidak menyebabkan kekalahan di akhirat. Sementara kalau ia menang di dunia ia sadar dan berharap segala amal ikhlasnya bakal menyebabkan kemenangan di akhirat yang jauh lebih menyenangkan.

Di antara perkara yang selalu membuat orang beriman berlaku wajar di dunia adalah ingatannya akan hari ketika manusia dibangkitkan. Saat mana setiap kita bakal dihidupkan kembali dari kubur masing-masing lalu dikumpulkan di Padang Mahsyar. Tanpa pakaian apapun di badan dengan matahari yang jaraknya sangat dekat dengan kepala manusia. Seluruh manusia bakal hadir semua sejak manusia pertama, Adam alaihis-salaam, hingga manusia terakhir. Semua menunggu giliran diperiksa dan diadili orang per orang. Sebuah proses panjang serta rangkaian episode harus dilalui sebelum akhirnya tahu apakah ia bakal senang selamanya di akhirat dalam surga Allah ataukah sengsara berkepanjangan di dalam api neraka. Proses panjang tersebut akan berlangsung lima puluh ribu tahun sebelum jelas bertempat tinggal abadi di surgakah atau neraka. Laa haula wa laa quwwata illa billah…! Begitulah gambaran yang diberikan oleh Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ صَاحِبِ كَنْزٍ لَا يُؤَدِّي حَقَّهُ إِلَّا جُعِلَ صَفَائِحَ يُحْمَى عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَى بِهَا جَبْهَتُهُ وَجَنْبُهُ وَظَهْرُهُ حَتَّى يَحْكُمَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ بَيْنَ عِبَادِهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ ثُمَّ يُرَى سَبِيلَهُ إِمَّا إِلَى الْجَنَّةِ وَإِمَّا إِلَى النَّارِ (أحمد)

Abu Hurairah r.a.berkata bahwa, Rasulullah saw. bersabda, “Tidak seorang pun pemilik simpanan yang tidak menunaikan haknya (mengeluarkan hak harta tersebut untuk dizakatkan) kecuali Allah akan menjadikannya lempengan-lempengan timah yang dipanaskan di neraka jahanam, kemudian kening dan dahi serta punggungnya disetrika dengannya hingga Allah SWT berkenan menetapkan keputusan di antara hamba-hambaNya pada hari yang lamanya mencapai lima puluh ribu tahun yang kalian perhitungkan (berdasarkan tahun dunia). (Baru) setelah itu ia akan melihat jalannya, mungkin ke surga dan mungkin juga ke neraka.” (HR Ahmad 15/28 8)

Sungguh, suatu hari yang sulit dibayangkan! Apalagi -karena matahari begitu dekat dari kapala manusia- selama hari itu berlangsung manusia bakal basah dengan keringat masing-masing sebanding dosa yang telah dikerjakannya sewaktu di dunia. Ada yang keringatnya hanya sampai mata kakinya. Ada yang mencapai pinggangnya. Ada yang mencapai lehernya. Bahkan ada yang sampai tenggelam dalam keringatnya. Hari itu sedemikian menggoncangkan sehingga para sahabatpun sempat resah. Mereka meminta kejelasan kepada Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Mereka tidak bisa membayangkan bagaimana akan sanggup melewati hari yang begitu lamanya, yakni hingga lima puluh ribu tahun. Maka Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam menenteramkan hati mereka dengan menjanjikan adanya dispensasi khusus dari Allah subhaanahu wa ta’aala bagi orang beriman pada hari itu:

قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ مَا أَطْوَلَ هَذَا الْيَوْمَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنَّهُ لَيُخَفَّفُ عَلَى الْمُؤْمِنِ حَتَّى يَكُونَ أَخَفَّ عَلَيْهِ مِنْ صَلَاةٍ مَكْتُوبَةٍ يُصَلِّيهَا فِيَّ الدُّنْيَا(أحمد)

Sahabat bertanya kepada Rasulullah saw:”Sehari seperti lima puluh ribu tahun… Betapa lamanya hari itu!” Maka Rasulullah saw bersabda:”Demi jiwaku yang berada di dalam genggaman-Nya, sesungguhnya hari itu dipendekkan bagi mu’min sehingga lebih pendek daripada sholat wajibnya sewaktu di dunia.” (HR Ahmad 23/337)

Alhamdulillahi rabbil ‘aalamiin. Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam golongan orang beriman sejati sehingga kami sanggup menjalani hari yang tidak ada naungan selain naunganMu. Amin

[ dari eramuslim, link asli disini ]

Akhirnya, BBM Naik juga.

Setelah melalui beberapa pertimbangan ( menurut para pejabat diatas ), akhirnya pemerintah resmi menaikkan BBM hari ini ( 24 Mei 2007 ). Berbagai macam respon datang dari bermacam-macam kalangan. Mahasiswa bahkan mulai berdemo beberapa hari sejak adanya wacana kenaikan BBM ini.

Tapi apa mau dikata, tidak banyak yang bisa dilakukan. Sekarang yang paling mungkin kita lakukan adalah berhitung ulang. Ya, berhitung berapa besar yang mau kita alokasikan ke biaya transportasi, biaya makan dan lainnya, yang pastinya akan semakin susah hitung-hitungannya. Mengapa ? karena biaya terus naik, sedangkan tidak ada kenaikan pendapatan.

Semoga saja semua pihak dapat berbesar hari akan pilihan pemerintah kita. Semoga semua pihak dapat mengendalikan diri, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Semoga…..

Untuk sebuah Janji

Hari sudah berangkat pagi kembali. Jarum jam sudah menunjukkan pukul 4.52 dini hari. Tapi mata ini tetap saja belum bisa dipejamkan. Tangan ini masih lincah mengetik huruf - huruf di papan ketik laptop.

Ya, tepatnya malam ini harus aku habiskan didepan laptop. Tidak bisa menikmati indahnya mimpi. Itu karena janjiku pada seorang teman untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan. Janji adalah hutang, begitu kata pepatah.

Maklumlah, sekali kita tidak berusaha menepati janji, kedepan kita akan susah untuk dipercaya oleh orang lain.

Untuk sebuah janji, untuk sebuah kepercayaan….Huahh,,,,, sudah mengantuk. Mungkin memang harus tidur meski cuma 1 jam. Insya Allah,….

…….. jadi ingin ganti passport :)    karena pegang passport hijau tidak punya kebanggaan sama sekali.

Begitulah kira-kira tulisan yang sempat muncul di milis. Entah dalam nada bercanda, atau barangkali memang menggambarkan realita diri sesungguhnya. Tulisan tersebut diatas "katanya" karena kesal dengan pemerintah indonesia. Kok masih saja mengharapkan bantuan dari orang lain. Kenapa sampai saat ini masih jadi negara berkembang, dan lain - lain.

Jika memang dalam wacana bercanda, mungkin biasa saja. Tapi jika benar adalah keinginan pribadi, sangat disayangkan. Bukan tidak menghargai hak masing-masing pribadi, tapi kok seperti melarikan diri. Kok gitu sih ?? ya, itu kan menurutku.

Tapi apapun pendapat orang tentang indonesia, aku tetap cinta indonesiaku. Aku tetap cinta kampung halamanku. Lihatlah, betapa indahnya. Ada ribuan pulau yang bisa dijadikan resort. Ya, memang pengelolannya yang belum profesional. Ada ribuan kilometer pantai yang begitu indah, yang bahkan lebih indah dari pantai sebuah pulau di selat malaka.

Older Posts »