Archive

Archive for August, 2007

Sekolah lagi ? Kenapa tidak….

August 31, 2007 3 comments

Akhir-akhir ini keinginan buat sekolah lagi muncul kembali di otakku. Maklum, aku kan belum sarjana penuh saat ini. Dulu cita-citanya memang prosesnya akan dibagi 2. Ambil D3 dulu, baru ambil S1 nya. Eh…ternyata nikah duluan.. hehehe. So sekarang sudah ada buntut yang mesti dipikirkan juga.

Sebenarnya kalo ada yang mau ngebiayain….pasti tidak akan pikir panjang. Tapi, gimana kalo ada yang nawarin biaya dengan ikatan dinas ?. Ditunggu komentarnya… :)

Categories: Gado-gado, Misc, Renungan

The Best in IT Marketing versi Majalah Marketing

August 30, 2007 Leave a comment

Horreee.., companyku dapat penghargaan dari majalah marketing untuk kategori Best in IT Marketing, diantara beberapa nominator.

marketing coverSebagai salah seorang designer system untuk aplikasi marketing, aku cukup berbangga juga. Soalnya nominatornya rata-rata company dengan jam terbang yang cukup wah… Sebut saja BCA, Sampoerna, Sido Muncul, Yamaha dan lain – lain.

Moga aja bisa jadi pemicu untuk bisa membuat sesuatu yang lebih baik lagi. [ Lengkapnya baca di majalah Marketing edisi bulan ini ]

Categories: Misc, Work

Bagaimana mengatasi kebosanan dalam bekerja ?

August 29, 2007 Leave a comment

Beberapa waktu terakhir ini, semangatku untuk berangkat kerja menurun. Entah apa penyebabnya, aku juga belum tahu. Padahal sudah coba ambil cuti beberapa hari, bahkan sudah jalan-jalan ke singapura. Tapi kok semangatnya lom balik juga yah ?

Komentar diatas sering kali kita dengar dari rekan-rekan kerja yang ada disekeliling kita. Bahkan, bisa jadi ini juga sedang melanda diri kita pribadi. Ada banyak faktor sebenarnya yang bisa menyebabkan kondisi diatas. Bisa jadi karena jenuh akan kondisi kerja, bisa juga karena masalah – masalah lain yang sebenarnya tidak berhubungan dengan pekerjaan. Bagaimana sebenarnya solusinya ? Salahkah diri kita dengan kondisi ini ? Bagaimana solusinya ?

Ditunggu komentarnya…….

Mandikan Aku Bunda

August 24, 2007 Leave a comment

Rani, sebut saja begitu namanya. Kawan kuliah ini berotak cemerlang dan memiliki idealisme tinggi. Sejak masuk kampus, sikap dan konsep dirinya sudah jelas: meraih yang terbaik, di bidang akademis maupun profesi yang akan digelutinya. ”Why not the best,” katanya selalu, mengutip seorang mantan presiden Amerika.

Ketika Universitas mengirim mahasiswa untuk studi Hukum Internasional di Universiteit Utrecht, Belanda, Rani termasuk salah satunya. Saya lebih memilih menuntaskan pendidikan kedokteran.

Berikutnya, Rani mendapat pendamping yang ”selevel”; sama-sama berprestasi, meski berbeda profesi.

Alifya, buah cinta mereka, lahir ketika Rani diangkat sebagai staf diplomat, bertepatan dengan tuntasnya suami dia meraih PhD. Lengkaplah kebahagiaan mereka. Konon, nama putera mereka itu diambil dari huruf pertama hijaiyah ”alif” dan huruf terakhir ”ya”, jadilah nama yang enak didengar: Alifya. Saya tak sempat mengira, apa mereka bermaksud menjadikannya sebagai anak yang pertama dan terakhir.

Read more…

Ayah, Ekspresikan Perasaanmu!

August 23, 2007 Leave a comment

Bapak-bapak sadarilah. Mengekspresikan perasaan pada si anak itu sangat penting buat dia. Jangan terlalu cool atau jaga gengsi.
Mungkin Anda suka film silat atau film western yang dibintangi Clint Eastwood. Sang hero selalu kelihatan tenang dan jarang bicara, bahkan dingin. Mungkin Anda merasa seperti itulah seorang laki-laki harusnya bersikap, bahkan terhadap keluarga, termasuk pada anak. Anggapan ini kuno, klise dan keliru. Emosi Anda bermanfaat bagi perkembangan jiwa si kecil. Dan pada akhirnya, ini juga baik bagi Anda. Anak pasti mencontoh.

Jauhkan tokoh fiktif ala Clint Eastwood. Soalnya, selain konyol, Anda harus tahu Anda pun akan ditiru oleh anak. Kalau Anda terlalu sering bersikap hening dan angker di rumah (belum lagi kalau berhilir mudik sambil merokok dan mengenakan topi koboi) hanya karena ingin kelihatan kuat atau berwibawa, anak Anda tidak akan bisa mengelola perasaanya sendiri. Tidak bisa dihindari, orang tua adalah faktor yang paling berpengaruh. Read more…

Mawar ……

August 23, 2007 Leave a comment

Dari sekian bunga yang selalu menarik disimak adalah mawar. Setidaknya, itulah yang disimbolkan oleh banyak orang tentang mawar. Bunga indah dengan aneka warna dan wangi ini sering menjadi simbol multi tafsir.

Buat pemuja keindahan, mawar menjadi simbol yang cocok untuk menggambarkan keindahan, kecantikan, dan sejenisnya. Sebaliknya, buat yang curiga, menggambarkan mawar sebagai keindahan yang menjerumuskan. Karena mawar yang indah kerap bertangkai duri yang tajam.
Mawar dan duri juga menyimbolkan dua sisi kehidupan yang seperti bertolak belakang. Ada suasana bahagia yang bertabur senyum. Dan ada duka yang membangkitkan kesedihan.

Tidak banyak yang mampu menyikapi bahagia dan sedih dalam satu bingkai yang sama. Seolah, bahagia adalah puncak di sebuah bukit, dan sedih adalah dasar jurang di sebelahnya. Penuturan berikutnya adalah raihlah bukit dan hindari jurang.

Jalaluddin Rumi mengumpamakan kesedihan dan kebahagiaan manusia sebagai sayuran. Tanpa proses lama yang kadang menyedihkan: proses pencucian, berpanas-panas dalam air rebusan; sayuran cuma tinggal seonggok sampah. Dengan proses yang penuh kesedihan itu, sayuran bisa menjadi satu dengan kehidupan manusia. “Hanya melalui kesedihan, penderitaan yang disertai kesabaran, manusia bisa tumbuh menjadi laki-laki sejati.”

Kesedihan adalah bagian dari rangkaian panjang menuju cita-cita kebahagiaan. Simpan keperihan menyentuh duri mawar, karena berikutnya akan ada ketakjuban indahnya mawar. Dan begitu pun sebaliknya.

Maha Benar Allah swt. dalam firman-Nya, “…supaya kamu jangan bersedih dengan apa yang luput dari kamu, dan jangan terlalu gembira dengan apa yang diberikan-Nya kepadamu….” (QS. 57: 23)

[ Sumber : Majalah Saksi, oleh Muhammad Nuh; Diambil dari Milis ]

Categories: Islam, Misc, Renungan

Ternyata Wortel Tidak Bisa "MENYEMBUHKAN" Mata Minus

August 23, 2007 68 comments

Ternyata itu cuma mitos. Termasuk juga pendapat yang mengatakan memakai kacamata terus-terusan akan membuat minus bertambah banyak.

Menurut penelitian ilmiah, wortel memang mengandung banyak vitamin A, tapi kesalahan sistem optik pada mata tidak bisa diperbaiki dengan vitamin A. Ibarat kamera yang lensanya sudah tidak fokus. Film dari merek berkualitas pun akan merekam gambar yang buram jika lensanya tidak sempurna. Dijelaskan dr. Hadi Prakoso W., Sp.M., “Orang menganggap vitamin A berperan dalam fungsi penglihatan manusia, tapi sebenarnya vitamin A lebih banyak berperan pada metabolisme sel-sel saraf yang ada di retina. Jadi, banyak makan wortel pun tak dapat mencegah jumlah minus, plus, atau silinder lensa kacamata anak,” ujar optalmologis dari Jakarta Eye Centre ini.

Ada juga anggapan yang mengatakan kacamata jangan terus-terusan dipakai karena malah akan menambah minus. Menurut Hadi, pendapat itu juga tidak logis. Sama dengan anggapan kalau kacamata harus selalu dipakai agar minusnya tak bertambah parah.

Ia menjelaskan, perkembangan ukuran bola mata sama seperti perkembangan tubuh manusia. Lihat saja ukuran bola mata bayi yang lebih kecil ketimbang ukuran bola mata orang dewasa. Hal ini berarti dari masa bayi hingga masa dewasa sebetulnya terjadi perkembangan pada ukuran atau dimensi bola mata. Pada 2 tahun pertama yang sangat berkembang adalah sistem optik di bagian depan mata (segmen depan), yaitu sebesar 60%. Setelah usia 2 tahun seg- men depan masih berkembang tapi sudah tidak begitu pesat.

Read more…

Categories: Keluarga, Kesehatan, Misc

Semua Ada Awalnya

August 22, 2007 Leave a comment

[ Cobalah jangan menjadi orang sukses, Melainkan berusahalah untuk menjadi orang yang berharga (Einstein) ]

Di depan sebuah masjid…

Lelaki berjenggot itu nampak serius bekerja. Mengipas-ngipas bara arang dengan beberapa biji jagung muda diatasnya. Dibolak-balik agar merata sambil ditaburi bumbu sesuai pesanan pembeli. Bisa pedas, gurih atau asin. Silakan tinggal memilih saja. Aroma bumbu taburnya bisa kita hirup lezatnya dari dekat.

Saya kurang tahu tempat tinggal penjual jagung bakar itu di mana. Belum sempat menyapa dan bercerita banyak dengannya. Kapan-kapan kalau diberi kesempatan akan saya ceritakan. Yang saya tahu, sekira sudah sebulan dia berjualan di situ.

Apa yang menarik dari pemandangan itu.

Read more…

Aku Tidak Lebih Dulu ke Surga

August 22, 2007 Leave a comment

[ Cerita ini diambil dari milis, dan bukan hasil karya dari saya sendiri. Semoga bisa jadi ibrah bagi kita semua ]

Aku tidak tahu dimana berada. Meski sekian banyak manusia berada disekelilingku, namun aku tetap merasa sendiri dan ketakutan. Aku masih bertanya dan terus bertanya, tempat apa ini, dan buat apa semua manusia dikumpulkan. Mungkinkah, ah aku tidak mau mengira-ngira.
Rasa takutku makin menjadi-jadi, tatkala seseorang yang tidak pernah kukenal sebelumnya mendekati dan menjawab pertanyaan hatiku. “Inilah yang disebut Padang Mahsyar,” suaranya begitu menggetarkan jiwaku. “Bagaimana ia bisa tahu pertanyaanku,” batinku. Aku menggigil, tubuhku terasa lemas, mataku tegang mencari perlindungan dari seseorang yang kukenal.

Kusaksikan langit menghitam, sesaat kemudian bersinar kemilauan. Bersamaan dengan itu, terdengar suara menggema. Aku baru sadar, inilah hari penentuan, hari dimana semua manusia akan menerima keputusan akan balasan dari amalnya selama hidup didunia. Hari ini pula akan ditentukan nasib manusia selanjutnya, surgakah yang akan dinikmati atau adzab neraka yang siap menanti.

Aku semakin takut. Namun ada debar dalam dadaku mengingat amal-amal baikku didunia. Mungkinkah aku tergolong orang-orang yang mendapat kasih-Nya atau jangan-jangan ………

Read more…

Memuliakan Anak Perempuan

August 22, 2007 Leave a comment

”Barangsiapa mempunyai anak perempuan, tidak dikuburkannya anak itu hidup-hidup, tidak dihinakannya, dan tidak dilebihkannya anaknya laki-laki dari perempuan itu, maka Allah memasukannya ke dalam surga dengan sebab dia.” (HR Abu Dawud). Di masa Rasulullah, ada seorang ibu miskin membawa kedua putrinya ke hadapan Aisyah. Aisyah kemudian memberinya tiga kurma. Ibu miskin ini membagikan masing-masing satu kurma untuk anaknya dan sisanya untuk dirinya. Kedua anaknya makan dengan sangat lahap. Ketika sang ibu hendak memakan kurmanya, tiba-tiba kedua anaknya mencegahnya. Melihat kedua putrinya masih lapar, ibu miskin itu tidak memakan kurmanya dan malah membagi kurma menjadi dua bagian untuk masing-masing anaknya.

Read more…

Categories: Islam, Keluarga, Renungan
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.