Beberapa hari terakhir ini, saya banyak pulang pergi ke karawang dalam rangka mengurus passport untuk keperluan keluar negeri, ( ceile…:) ). Awalnya sih cukup bingung juga, harus mulai dari mana. Cuma karena sebelumnya sudah baca-baca pengalaman temen yang pernah buat sebelumnya, jadi kepengen tahu, sebenarnya bagaimana sih proses sebenarnya. Di dinding kantor imigrasi biasanya ada gambar yang menunjukkan proses/alur pengurusan dokumen.
Hari 1 :
- Pendaftaran
- Verifikasi data
- Photo dan sidik jari
- Wawancara [ kalau antrian tidak terlalu banyak, tapi kalo banyak bisa hari berikutnya ]
Hari 2 :
- Proses input data di imigrasi
hari 3 :
- Pembayaran Blanko Paspport
- Tanda tangan passport
Hari 4 :
- Pencetakan data ke buku passport
- Penandatangan oleh kepala kantor imigrasi
Hari 5 :
- Passport SELESAI
Berikut petikan yang aku alami :
Hari 1 datang ke kantor imigrasi karawang ( ngurusnya ke karawang, soalnya di jakarta sepertinya antriannya terlalu panjang dan lebih banyak “tikus” nya ), langsung datang ke loket pengurusan. Tanya sana-sini tentang prosedur dan baca syarat2 yang di tempel di dinding. Oh ya, yang harus di bawa saat kita mau mengajukan permohonan pembuatan passport adalah :
- KTP / Resi KTP, itu pasti ..:)
- Kartu Keluarga ( wajib )
- Akte Lahir / Surat Kenal Lahir ( wajib )
- Ijazah terakhir
- Surat Keterangan dari kantor ( kalo bekerja ).
Jangan lupa, sebaiknya semua yang disebutkan diatas dibawa aslinya, takut nanti ditanyain ama petugas wawancara. Ok, start dari awal, beli formulir permohonan passport, sekitar Rp. 25 rb. kemudian diisi. Tiba-tiba datang seorang perempuan yang masik cukup muda
, menawarkan bantuan.”Pak, mau di bantu ? biayanya 550 rb, bapak cukup 2 kali datang, hari ini dan 2 hari lagi untuk tanda tangan passport. Nanti passportnya akan saya antar” katanya. “Jadinya kapan ?”. “5 Hari lagi” jawabnya. “Wah, sama saja donk, cuma beda di antar saja” jawabku dengan nada heran. “kalau mau lebih cepat lebih mahal lagi”Jawabnya lebih lanjut. “Nggak deh bu, saya punya waktu banyak kok. Lagian, saya mau tahu proses sebenarnya seperti apa” jawabku sedikit diplomatis, dan dia pun pergi.. hehehe..
Selanjutnya ke loket pendaftaran untuk di verifikasi data ( ada / tidak item yang belum di tulis ). Selanjutnya adalah daftar untuk photo dan sidik jari. Biayanya sekitar Rp. 55 rb ( tidak mahal kan ??
). Sesudah itu, barulah antrian dimulai. Yup…antrian untuk photo dan sidik jari berbasis biometrik ( mboh, ora ngerti apa maksudnya
). Sesudah proses photo dan sidik jari, antri kembali untuk proses verifikasi data / wawancara dengan petugas imigrasi. Awalnya sempet bingung, kok pake wawancara dan apa yah yang ditanyakan…hehehe. Ternyata…..pertanyaannya adalah seputar data pribadi dan tujuan pengurusan passport. Mau kemana…..dalam rangka apa kesana…..atas biaya siapa… dll.
Proses pendaftaran, photo dan wawancara, bisa dilakukan dalam 1 hari, itu kalau antriannya tidak panjang, atau datangnya pagi-pagi sekali. Tapi kalau datangnya sesudah makan siang dan kebetulan yang mengajukan permohonan banyak, dijamin wawancara pasti akan dapat di hari berikutnya. Selanjutnya adalah kita diminta untuk datang 2 hari lagi, untuk proses tanda tangan passport dan pembayaran passport. Biayanya adalah Rp. 200 rb ( untuk passport 48 lembar )
Sesudah proses tanda tangan, maka passport akan jadi 2 hari kemudian. Akhirnya jadi ngerti juga, mengapa banyak orang yang cari jalan “mudah” dengan biaya 2x lipat. Tapi alhamdulillah, akhirnya bisa selesai tanpa harus mengajak orang berbuat dosa ( bukankah menyuap agar proses dapat lebih cepat itu dosa ?).
Jadi saranku, kalau mau mengajukan permohonan pembuatan passport :
- Jika biayanya adalah biaya sendiri
- Punya banyak waktu luang, or
- Punya jatah cuti yg cukup banyak tapi hampir expired
Mendingan urus sendiri. Disamping jadi tahu proses sebenarnya, juga lumayan bisa kenalan ama petugas imigrasi yang manis, ( itu yang baru masuk hehehe )
[ Update, 9 Agustus 2007 ]
Setelah proses wawancara, 2 hari kemudian aku kembali lagi untuk proses tanda tangan passport. sebelumnya bayar biaya blanko passport sebesar 200 rb ( untuk passport 48 hal ). Setelah itu proses tanda tangan di buku passport. Bersamaan dengan pilkada jakarta ( kantorku libur, karena management ikut himbauan dari gubernur dki jakarta untuk meliburkan karyawannya ), aku datang lagi untuk ambil passport yang sudah jadi. Prosesnya cukup cepat. Datang dan menyerahkan bukti pembayaran passport, beberapa saat kemudian akhirnya passport diterima. Fiuh….. selesai juga akhirnya, setelah 3 kali pulang pergi karawang – bekasi. Walau jauh, tapi cukup puas dengan pelayanan petugas kantor imigrasi karawang. Walaupun masih ada beberapa calo berkeliaran ( aku hitung mungkin sekitar 5 orang
, tp mungkin lebih ). Semoga saja dimasa yang akan datang, semua menjadi makin tertib. Now… tinggal keluar negeri aja nih… hehehehe
Posted by Vavai on August 2, 2007 at 2:20 pm
Terima kasih buat infonya mas. Saya ada rencana ke Jepang juga soalnya. Tapi belum ada biayanya, hehehe…
Posted by Ishak on August 9, 2007 at 4:03 pm
Mas vavai, ini juga karena akan ada training ke s’pore. makanya bikin passport. kalo jalan2 sendiri mana bisa… ora ono diuite.. hehehe
kalo mas vavai dah mungkin tuh… wong anak buah aja ada delapan…
Posted by Edo on September 28, 2007 at 9:38 pm
Terimakasih atas info-nya. ingin berbagi info juga:
Saya baru saja menyelesaikan pembuatan paspor 48 hlm. di Kantor Imigrasi Beos Kota, Jakarta Barat.
Mengajukan permohonan hari Jumat tanggal 21/09
Datang kembali untuk bayar, wawancara, foto, sidik jari: hari selasa tanggal 25/09
Ambil paspor jadi: hari Jumat tanggal 28/09.
Biaya: 270rb rph (hanya bayar satu kali di kasir)
Lama pengerjaan efektif: 6 hari kerja
Pengerjaan yang menunggu (antri) paling lama:
- memasukkan formulir permohonan karena menunggu antrian
(tips: datanglah pagian untuk mengambil nomor antrian lebih awal)
Paling cepat: wawancara (antri sebentar, bla..bla.bla. tandatangan)
Kesan:
Mulai dari permohonan sampai foto dan sidik jari: lancar2 saja.
Yang membosankan (baca:me-’makan hati’ hicks! menyebalkan!) saat mengambil paspor. Kita hanya diberitahu hari pengambilan. Jam berapa, sudah selesai apa belum cek sendiri di loket pengambilan. Jawaban yang diberikan, disuruh nunggu dipanggil, cek lagi, jawabannya belum turun, masih diatas, di meja pimpinan.
Meanwhile, para Calo tersenyum ria, begitu akrabnya dengan petugas loket, sekali ngambil segepok! bahkan terkadang petugas loket disuruh ini itu oleh calo[?]. Tidak bisa terhindarkan, calo pasti happy karena demand sangat tinggi, lahan untuk mendapatkan pendapatan tambahan ternganga lebar. Sangat terlihat jika petugas loket menahan sebentar saja, pemohon sudah menjerit dan mengemis2 minta cepat selesai. Apalagi bagi mereka yang warga keturunan mungkin karena khawatir diminta surat2 tambahan ini itu, atau mungkin tgl keberangkatan ke LN sudah mepet. Para karyawan biro jasa seperti anak emas karena ‘tampaknya’ di belakang antar Bos sudah menjalin kong x kong.
Dan menurut saya pekerjaan ini sangat-sangatlah mudah dengan profit menggiurkan.
Jadi untuk pemohon yang menggunakan jalur resmi, bersabar saja, datang agak sorean saja saat pengambilan, karena paspor yang bukan lewat calo dibagikan pada saat2 terakhir loket mau tutup dengan harapan jika ada yang ingin melakukan ‘percepatan’, petugas loket mendapatkan keuntungan. Jika kita mendesak alasan mereka paspor masih di atas (di kantor atasan) padahal jelas2 tertumpuk dalam map kuning ada di depan Anda!
Tips: berikan nama dan initial (atau tanda khusus) yang jelas pada Map kuning anda sehingga pada saat map itu tertumpuk di meja mereka atau saat mereka melakukan shortir, untung2 terlihat oleh mata anda sehingga anda pun tahu bahwa paspor anda sudah selesai.
Salam.
Posted by marsan on October 27, 2007 at 10:29 am
mas ishak thanks ya atas infonya,kebetulan dalam waktu dekat saya juga mau ngurus paspor dan kebetulan domisili karawang. kalo jadi dalamwaktu dekat saya akan ke korea dlm rangka training. salam hangat dari saya marsan.
Posted by Ishak on October 29, 2007 at 2:34 pm
hehe.. moga sukses mas marsan untuk trainingnya.
Hati-hati di negeri orang
Posted by DIT on April 22, 2008 at 3:42 pm
Thank’s buat infonya !
cuma telaat bacanya nech Mas,dulu ngurus lewat calo super cepat hri jadi cuma harganya super langit ! ! !
nach sekarang rencana mo bikinin pasport buat ponakan yang umur 9 thn yang tentu belum punya KTP trus gimana mas ?
Thnk’s buat jwbnya, kl bs lewat e mail aja ya mas
Posted by nurtanti puba on September 1, 2008 at 10:00 pm
teman kasih info yang gampang buat passport
Posted by nurtanti puba on September 1, 2008 at 10:02 pm
call tanti aja ke 085692259228 thankx
Posted by Ela on September 6, 2008 at 4:40 pm
Mas makasih infonya ya, kebetulan saya juga mau perpanjang paspor tapi ngga tahu di kantor imigrasi mana (soalnya terakhir saya perpanjang paspor waktu saya masih di Jepang), lega rasanya bisa perpanjang di kantor imigrasi mana aja^_^
Posted by deny on October 4, 2008 at 7:31 pm
Thanks ya Mas atas informasinya. Saya juga mau ngurus paspor nih. Tp bingung karena saya lg kerja dan baru sebulan diterima. Saya ga mungkin bisa ambil cuti.
Kira2 pembuatan paspor bisa diwakilkan ga oleh saudara/teman? Kalau Sabtu-Minggu beroperasi juga ga?
Kalau yg saya baca di link di bawah ini kok mahal bgt yah bayarnya. Minimalnya kalo proses sendiri bisa 550rb dan baru jadi bisa lebih dr 2 minggu? Apakah info di link di bawah ini benar?
http://www.jasaumum.com/passport.htm
Posted by ferlysweety on April 26, 2009 at 11:09 am
kalo pembuatan ulang passport yang ilank gimana tuh???
Posted by nona on September 1, 2009 at 10:43 am
waduh bener2 aq tertolong banget nih,pas posisiqu di purwakarta,dr kmrn cr2 info jakarta smw,dateng k kantor imigrasi kr2 jam brp?tujuan aq ke irlandia,cuma berkunjung aja ada kawan disana,kira2 wawancara ditanya mendetail ga ya?apa ada kasus yg gagal atw ditolak krn wawancara?thx
Posted by Ishak on October 16, 2009 at 12:08 am
sepertinya untuk alasan jalan2, akan banyak pertanyaan. hehehe
Posted by sumarli on September 14, 2009 at 11:57 am
Minta tolong kalo perpanjangan paspor yang sudah expired , gimana , berapa lama, terimakasih