URUTAN KHILAFAH ISLAMIYAH

Assalamualaikum wr. wb.

1. Pak Ustadz,ana minta dijelaskan sebab-sebab runtuhnya khilafah Islam yang terakhir di Turki tahun 1924.
2. Pak Ustadz,ana juga mohon summary urutan Khilafah Islamiyah pertama sampai khilafah terakhir 1924 di Tuki, termasuk tahunnya.
3. Adakah dalil al-Quran/Hadist, yang menjelaskan akan munculnya khilafah Islamiyah kembali, setelah berakhirnya khilafah terakhir di Turki?

Atas jawaban Pak Ustadz, ana ucapkan terima kasih.

Wassalamu’alaikum w.w.

Jawaban

Ada begitu banyak analisa para pemikir dan pengamat tentang sebab-sebab jatuhnya khilafah Turki Utsmani pada tahun 1924. Baik yang bersifat lebih teknis maupun sebab-sebab yang bersifat lebih umum.

Sebab-sebab secara teknis kita serahkan kepada para ahli sejarah, terutama sejarah Turki sendiri. Sedangkan yang akan kita bahas di sini adalah sebab-sebab secara umumnya saja.

A. Sebab Ekternal

Sudah kita ketahui bersama bahwa Khilafah Turki Utsmani kalah pada perang dunia pertama. Sebagai negara yang kalah perang, maka negeri itu dengan mudah ditindas, dirampok dan juga diperebutkan wilyahnya oleh para pemangsa dan lawan-lawannya.

Sampai terjadi penghinaan yang begitu besar, di mana bangsa Turki yang secara geografis memang penduduk Eropa dilecehkan dengan ungkapan “The Sickman in Europe.” Bahkan kata “turkey” dalam ungkapan mereka merupakan pelecehan, yang artinya ayam kalkun.

Pahlawan dan tokoh muslim Turki pu tidak luput dari penghinaan. Salah satunya adalah Barbarossa si Janggut Merah. Di dalam cerita Asterik, tokoh Barbarosssa muncul sebagai bajak laut yang bodoh. Padahal beliau adalah pahlawan Islam di masanya dan pelaut kafir Eropa sangat takut dengan angkatan perangnya.

B. Sebab Internal

Penjajahan barat terhadap Turki semakin menusuk tatkala mereka berhasil meraih generasi muda Turki dengan pendidikan ala barat. Tentu saja semua itu untuk mendapatkan satu tujuan, yaitu sekulerisasi selapis generasi. Maka lahirlah kemudian generasi baru yang anti Islam, Islamo-phobia, sekuler, liberal dan berotak barat.

Mereka inilah yang kemudian didukung oleh Eropa untuk menumbangkan lembaga khilafah Islamiyah. Tercatat tokohnya adalah Mustafa Kemal Ataturk yang terlaknat. Sosok ini telah berhasil menumbangkan khilafah pada tahun 1924 lewat gerakan Turki Muda.

Sayangnya, hujaman belati mematikan ini justru masuk ke dalam pelajaran sejarah di negeri kita sebagai kebangkitan, bukan sebagai kejahatan. Rupanya, jaring-jaring kerja bangsa-bangsa kafir itu sedemikian luas, sehingga sosok Kemal Ataturk yang zhalim itu, justru muncul dalam buku sejarah kita sebagai pahlawan.

Padahal Kemal telah melakukan dosa yang bahkan Iblis pun tidak pernah melakukannya. Yaitu menumbangkan satu rangkaian khilafah Islamiyah yang terakhir. Padahal belum pernah sebelumnya umat Islam di dunia hidup tanpa naungan khilafah.

Sebab khilafah sudah ada sejak zaman Rasululullah SAW hidup, yakni sejak 15 abad yang lalu. Selama itu, umat Islam belum pernah hidup tanpa ada khilafah. Iblis dan para jin tidak pernah mampu menumbangkannya. Tiba-tiba seorang sekuleris yang nota bene agamanya masih Islam, malah menumbangkannya. Walhasil, sejak jatuhnya khilafah Turki, umat Islam masuk dalam bid’ah kubro. Sebuah bid’ah teramat besar yang melebihi semua jenis bid’ah yang pernah ada. Dan tentunya sangat dibenci dan dimurkai. Sebuah bid’ah berupa umat Islam hidup tanpa naungan khilafah.

Urutan Khilafah Sepanjang Sejarah Islam

Dengan wafatnya Rasulullah SAW pada tahun 623 M, umat Islam segera membaiat Abu Bakar ra sebagai pengganti beliau. Istilah pengganti ini dalam bahasa Arab adalah khalifah. Lengkapnya, khalifatu rasulillah atau pengganti Rasulullah. Maksudnya bukan menggantikan posisi kenabian Muhammad SAW, melainkan posisi beliau SAW sebagai pemimpin tertinggi umat Islam. Sebab nabi kita itu selain sebagi nabi, juga berperan sebagai pemimpin tertinggi umat Islam.

Selain itu, ada juga sebutan lain buat posisi tertinggi umat Islam sedunia, yaitu istilah Amirul Mukminin. Artinya adalah pemimpin umat Islam.

1. Khilafah Rasyidah

Khilafah Rasidah berdiri tepat di hari wafatnya Rasululllah SAW. Terdiri dari 4 orang atau 5 orang shahabat nabi yang menjadi khalifah secara bergantian. Mereka adalah:

  • Abu Bakar ash-Shiddiq ra (tahun 11-13 H/632-634 M)
  • ‘Umar bin Khaththab ra (tahun 13-23 H/634-644 M)
  • ‘Utsman bin ‘Affan ra (tahun 23-35 H/644-656 M)
  • ‘Ali bin Abi Thalib ra (tahun 35-40 H/656-661 M) dan
  • Al-Hasan bin ‘Ali ra (tahun 40 H/661 M)

Masa berlakunya selama kurang lebih 30 tahun. Disebut juga sebagai khilafah rasyidah karena posisi mereka sebagai shahabat nabi yang mendapat petunjuk. Dan memang ada pesan dari nabi untuk mentaati para khalifah rasyidah ini.

2. Khilafah Bani Umayyah

Khilafah ini berpusat di Syiria, tepatnya di kota Damaskus. Berdiri untuk masa waktu sekitar 90 tahun atau tepatnya 89 tahun, setelah era khulafa ar-rasyidin selesai. Khalifah pertama adalah Mu’awiyyah. Sedangkan khalifah terakhir adalah Marwan bin Muhammad bin Marwan bin Hakam. Adapun masa kekuasaan mereka sebagai berikut:

  • Mu’awiyyah bin Abi Sufyan (tahun 40-64 H/661-680 M)
  • Yazid bin Mu’awiyah (tahun 61-64 H/680-683 M)
  • Mu’awiyah bin Yazid (tahun 64-65 H/683-684 M)
  • Marwan bin Hakam (tahun 65-66 H/684-685 M)
  • Abdul Malik bin Marwan (tahun 66-86 H/685-705 M)
  • Walid bin ‘Abdul Malik (tahun 86-97 H/705-715 M)
  • Sulaiman bin ‘Abdul Malik (tahun 97-99 H/715-717 M)
  • ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz (tahun 99-102 H/717-720 M)
  • Yazid bin ‘Abdul Malik (tahun 102-106 H/720-724M)
  • Hisyam bin Abdul Malik (tahun 106-126 H/724-743 M)
  • Walid bin Yazid (tahun 126 H/744 M)
  • Yazid bin Walid (tahun 127 H/744 M)
  • Ibrahim bin Walid (tahun 127 H/744 M)
  • Marwan bin Muhammad (tahun 127-133 H/744-750 M)

Sebenarnya khilafah Bani Ummayah ini punya perpanjangan silsilah, sebab satu dari keturunan mereka ada yang menyeberang ke semenanjung Iberia dan masuk ke Spanyol. Di Spanyol mereka kemudian mendirikan khilafah tersendiri yang terlepas dari khilafah besar Bani Abbasiyah.

3. Khilfah Bani Abbasiyah

Kemudian kekhilafahan beralih ke tangan Bani ‘Abasiyah yang berpusat di Baghdad. Total masa berlaku khilafah ini sekitar 446 tahun. Khalifah pertama adalah Abu al-’Abbas al-Safaah. Sedangkan khalifah terakhirnya Al-Mutawakil ‘Ala al-Allah.

Secara rinci masa kekuasaan mereka sebagai berikut:

  • Abul ‘Abbas al-Safaah (tahun 133-137 H/750-754 M)
  • Abu Ja’far al-Manshur (tahun 137-159 H/754-775 M)
  • Al-Mahdi (tahun 159-169 H/775-785 M)
  • Al-Hadi (tahun 169-170 H/785-786 M)
  • Harun al-Rasyid (tahun 170-194 H/786-809 M)
  • Al-Amiin (tahun 194-198 H/809-813 M)
  • Al-Ma’mun (tahun 198-217 H/813-833 M)
  • Al-Mu’tashim Billah (tahun 618-228 H/833-842M)
  • Al-Watsiq Billah (tahun 228-232 H/842-847 M)
  • Al-Mutawakil ‘Ala al-Allah (tahun 232-247 H/847-861 M)
  • Al-Muntashir Billah (tahun 247-248 H/861-862 M)
  • Al-Musta’in Billah (tahun 248-252 H/862-866 M)
  • Al-Mu’taz Billah (tahun 252-256 H/866-869 M)
  • Al-Muhtadi Billah (tahun 256-257 H/869-870 M)
  • Al-Mu’tamad ‘Ala al-Allah (tahun 257-279 H/870-892 M)
  • Al-Mu’tadla Billah (tahun 279-290 H/892-902 M)
  • Al-Muktafi Billah (tahun 290-296 H/902-908 M)
  • Al-Muqtadir Billah (tahun 296-320 H/908-932 M)
  • Al-Qahir Billah (tahun 320-323 H/932-934 M)
  • Al-Radli Billah (tahun 323-329 H/934-940 M)
  • Al-Muttaqi Lillah (tahun 329-333 H/940-944 M)
  • Al-Musaktafi al-Allah (tahun 333-335 H/944-946 M)
  • Al-Muthi’ Lillah (tahun 335-364 H/946-974 M)
  • Al-Tha`i’ Lillah (tahun 364-381 H/974-991 M)
  • Al-Qadir Billah (tahun 381-423 H/991-1031 M)
  • Al-Qa`im Bi Amrillah (tahun 423-468 H/1031-1075 M)
  • Al-Mu’tadi Bi Amrillah (tahun 468-487 H/1075-1094 M)
  • Al-Mustadhhir Billah (tahun 487-512 H/1094-1118 M)
  • Al-Mustarsyid Billah (tahun 512-530 H/1118-1135 M)
  • Al-Rasyid Billah (tahun 530-531 H/1135-1136 M)
  • Al-Muqtafi Liamrillah (tahun 531-555 H/1136-1160 M)
  • Al-Mustanjid Billah (tahun 555-566 H/1160-1170 M)
  • Al-Mustadli`u Biamrillah (tahun 566-576 H/1170-1180 M)
  • Al-Naashir Lidinillah (tahun 576-622 H/1180-1225 M)
  • Al-Dhahir Biamrillah (tahun 622-623 H/1225-1226 M)
  • Al-Mustanshir Billah (tahun 623-640 H/1226-1242 M)
  • Al-Musta’shim Billah (tahun 640-656 H/1242-1258 M)
  • Al-Mustanshir Billah II (tahun 660-661 H/1261-1262 M)
  • Al-Haakim Biamrillah I (tahun 661-701 H/1262-1302 M)
  • Al-Mustakfi Billah I (tahun 701-732 H/1302-1334 M)
  • Al-Watsiq Billah I (tahun 732-742 H/1334-1343 M)
  • Al-Haakim Biamrillah II (tahun 742-753 H/1343-1354 M)
  • Al-Mu’tadlid Billah I (753-763 H/1354-1364 M)
  • Al-Mutawakil ‘Ala al-Allah I (th. 763-785 H/1364-1386 M)
  • Al-Watsir Billah II (tahun 785-788 H/1386-1389 M)
  • Al-Musta’shim (tahun 788-791 H/1389-1392 M)
  • Al-Mutawakil ‘Ala al-Allah II (th. 791-808 H/1392-1409 M)
  • Al-Musta’in Billah (tahun 808-815 H/1409-1416 M)
  • Al-Mu’tadlid Billah II (tahun 815-845 H/1416- 1446 M)
  • Al-Mustakfi Billah II (tahun 845-854 H/1446-1455 M)
  • Al-Qa`im Biamrillah (tahun 754-859 H/1455-1460 M)
  • Al-Mustanjid Billah (tahun 859-884 H/1460-1485 M)
  • Al-Mutawakil ‘Ala al-Allah III (th 884-893 H/1485-1494 M)
  • Al-Mutamasik Billah (tahun 893-914 H/1494-1515 M)
  • Al-Mutawakil ‘Ala al-Allah IV (th 914-918 H/1515-1517 M)

Khilafah Bani Abbasiyah dihancurkan oleh pasukan Tartar (Mongol), sehingga umat Islam sempat hidup selama 3,5 tahun tanpa adanya khalifah. Namun kurun waktnya hanya terpaut 3 tahun setengah saja dan segera berdiri khilafah Utsmaniyah.

4. Khilafah Bani Utsmaniyyah

Khilafah Bani Utsmaniyyah tercatat memiliki30 orang khalifah, yang berlangsung mulai dari abad 10 Hijriyah atau abad ke enam belas Masehi. Nama-nama mereka sebagai berikut:

  • Salim I (tahun 918-926 H/1517-1520 M)
  • Sulaiman al-Qanuni (tahun 926-974 H/1520-1566 M)
  • Salim II (tahun 974-982 H/1566-1574 M)
  • Murad III (tahun 982-1003 H/1574-1595 M)
  • Muhammad III (tahun 1003-1012 H/1595-1603 M)
  • Ahmad I (tahun 1012-1026 H/1603-1617 M)
  • Mushthafa I (tahun 1026-1027 H/1617-1618 M)
  • ‘Utsman II (tahun 1027-1031 H/1618-1622 M)
  • Mushthafa I (tahun 1031-1032 H/1622-1623 M)
  • Murad IV (tahun 1032-1049 H/1623-1640 M)
  • Ibrahim I (tahun 1049-1058 H/1640-1648 M)
  • Muhammad IV (tahun 1058-1099 H/1648-1687 M)
  • Sulaiman II (tahun 1099-1102 H/1687-1691 M)
  • Ahmad II (tahun 1102-1106 H/1691-1695 M)
  • Mushthafa II (tahun 1106-1115 H/1695-1703 M)
  • Ahmad III (tahun 1115-1143 H/1703-1730 M)
  • Mahmud I (tahun 1143-1168 H/1730-1754 M)
  • ‘Utsman III (tahun 1168-1171 H/1754-1757 M)
  • Musthafa III (tahun 1171-1187 H/1757-1774 M)
  • ‘Abdul Hamid I (tahun 1187-1203 H/1774-1789 M)
  • Salim III (tahun 1203-1222 H/1789-1807 M)
  • Musthafa IV (tahun 1222-1223 H/1807-1808 M)
  • Mahmud II (tahun 1223-1255 H/1808-1839 M)
  • ‘Abdul Majid I (tahun 1255 H-1277 H/1839-1861 M)
  • ‘Abdul ‘Aziz I (tahun 1277-1293 H/1861-1876 M)
  • Murad V (tahun 1293-1293 H/1876-1876 M)
  • ‘Abdul Hamid II (tahun 1293-1328 H/1876-1909 M)
  • Muhammad Risyad V (tahun 1328-1338 H/1909-1918 M)
  • Muhammad Wahiddin (II) (th. 1338-1340 H/1918-1922 M)
  • ‘Abdul Majid II (tahun 1340-1342 H/1922-1924 M).

Khalifah terakhir umat Islam sedunia adalah ‘Abdul Majid II. Semenjak tumbangnya khilafah terakhir ini, berarti umat Islam telah hidup lebih dari selama (2006-1924= 82 tahun) tanpa keberadaan lembaga yang menyatukan.

Kepastian Kembalinya Khilafah

Lepas dari realitas di lapangan yang kurang menggembirakan, di mana umat Islam saat in menjadi budak barat, kekayaan alam mereka dijarah, ekonomi mereka terpuruk, nilai mata uang mereka sangat rendah, hutang luar negeri merekabertumpuk tak terbayar, pemuda mereka dirusak, wanita mereka menjadi hamba syahwat, bahkan masih ditambah lagi dengan rombongan Islam liberal dan sebagainya, namunmasih ada harapan.

Kita masih menemukan satu hadits dari Rasulullah SAW yang cukup melegakan, yaitu kabar gembira dari beliau bahwa suatu saat, khilafah ini akan kembali terbentuk, bahkan dengan kualitasnya yang rasyidah itu.

Sabda Rasulullah saw, “Kemudian akan tegak Khilafah Rasyidah yang sesuai dengan manhaj Nabi”.

Namun tentunya khilafah ini tidak akan terbentuk begitu saja, bila hanya dengan doa dan diam saja. Atau hanya dengan bicara dan demonstrasi saja. Setiap umat Islam meski bersinergi untuk saling menguatkan dan saling menyokong semua upaya untuk kembali kepada khilafah Islamiyah.

Sebab setiap elemen umat punya potensi yang mungkin tidak dimiliki oleh saudaranya. Maka seruan untuk kembali kepada khilafah seharusnya bukan sekedar lips service, namun harus diiringi dengan kerja nyata, pembinaan dan pengkaderan 1,5 milyar umat, pendirian lembaga pendidikan dan sekian banyak pos-pos penting umat. Lantas diiringi juga dengan kebesaran hati, keterbukaan sikap serta jiwa kepemimpinan dunia Islam yang mumpuni.

Semoga Allah SWT memberikan kesempatan kepada kita untuk dapat menyaksikan beridirnya khilafah Islamiyah semasa kita hidup. Sungguh sebuah kepuasan yang dimpikan oleh dunia Islam selama ini. Amien.

Wallahu a’lam bishshawab wassalamu ‘alaikum warahmatullahi warabaraktuh.

[ Dari www.eramuslim.com, oleh Ahmad Sarwat, Lc. ]

12 Responses to this post.

  1. asw. ustaz…
    ana mau bertanya tentang kebangkitan islam di akhir zamanyang berjalan di atas manhaj kenabian..bagaimanakah tentang proses munculnya Imam Mahdi dan juga putra bani tamin yang menjadi tangan kanannya Imam Mahdi dan yang menyiapkan tapak untuk datangnya Imam Mahdi? terima kasih atas perhatiannya.
    wassalam…

    Reply

  2. Posted by ahmad on October 30, 2007 at 4:38 pm

    sebenarnya khilafah itu betul apa salah ya? politik itu dalam islam perlu apa nggak to ustad? lalu perjuangan umat islam harus gimana? wass

    Reply

  3. khilafah sudah ada sejak tahun juli 1997 M / 13 rabiul awal 1418 H. dengan nama khalifahnya Al-Ustadz Abdul Qadir Hasan Baraja yang berpusat di bumi waras ,Teluk betung, bandar lampung, lampung, indonesia. yang umat/warganya tersebar di lampung, jabar, jakarta, dan Ntb. kalau saudara ingin berdiskusi kami siap stand-by 24 jam. dengan nama khilafah islamiyyah/ khilafathul muslimin. kalau diSyiria, tepatnya di kota Damaskus. Khilafah Bani Umayyah

    kalau di baghdad, iraq namanya khilafah abbasiyah. dan terakhir di turkey namanya khilafah bani utsmaniyyah. begitu juga di indonesia dengan nama khilafathul muslimin. bukannya
    MUI, FPI, NU, MUHAMMADDIYAH, HTI, FBR, ataupun Firqoh2 yang lain yang merasa bangga dengan golongannya karena lembaga2 itu buatan dan aturan2nya buatan mereka sendiri/ manusia. contohnya seperti pemimpinnya namanya ketua umum ataupun ketua 1 bukannya khalifah dan dasarnya berdasarkan thaghut{pancasila & uud 45 ataupun kuhp}. bukannya/menurut al-qur’an dan al-hadist. insya allah kita dasarnya al-qur’an dan al-hadist. daripada antum2 sekalian menyebarkan fitnah karena kaget, lebih baik kita berdiskusi saja. UNTUK MENCARI RIDHO ALLAH SWT. ………..AAAMINNN…….

    Reply

    • Posted by virgantara on November 6, 2009 at 5:08 pm

      Asslamu’alaikum Wr.wb.
      Afwan ya Akhi, khilafah islamiyah itu adalah kepemimpinan umum bagi seluruh umat islam di dunia yang menerapkan dan melaksanakan syariah islam. bukan sebagaimana yang saudara fahami sekarang. cobalah fahami dengan baik dalam Al-quran dan As sunnah/hadits, termasuk ijma shahabat.
      Apa yang saudara sebutkan seperti MUI,FPI, NU, Muhammadiyah, HTI, FBR mereka itu organisasi ormas dan Dakwah yang tidak mengakui dirinya sebagai khilafah islamiyah kok,

      Kalau saudara ingin mengajak diskusi, boleh, tapi dengan catatan jangan egois lho, tapi kita cari pendapat mana yang benar dan kuat.

      di tunggu kabarnya!

      Wassalam

      Reply

  4. Posted by kasman on January 16, 2008 at 4:13 pm

    Masyarakat muslimin tidak punya harapan lain kecuali kepada NU menganut paham Ahlussunah waljama’ah, dengan berpedoman pada al-Qur’an, sunnah, juga menggunakan kemampuan akal ditambah dengan realitas dengan mengembangkan metode yang mengintegrasikan antara tasawuf dengan syariat.NU adalah satu-satunya kekuatan umat Islam yang akan mampu melakukan menegakkan kembali Khilafah. Hanya Nu lah yang akan bisa menerapkan Syariah dan Khilafah, bukan HT atau yang lain-lainnya itu.

    Reply

    • Posted by virgantara on November 6, 2009 at 5:17 pm

      Assalamu’alaikum Wr.Wb.
      Saudaraku yang Sholih, ungkapan saudaraku ini kesan nya agak tinggi. Kita umat islam oleh Allah SWT diwajibkan untuk meneggakkan Khilafah Islamiyah dengan maksimal/sekuat tenaga, pikiran dan harta. sedangkan siapa yang akan mampu mendirikan kembali khilafah itu terkait pertolongan Allah SWT artinya hanya Allah SWT lah yang tau. Siapa yang nanti oleh Allah SWT di pilih organisasi dakwah yang mana di pilih Allah , entah itu yang ada di tanah air ini atau di wilayah diluar indonesia, kita harus membaitnya, dengan catatan khalifah yang dibaitnya itu sesuai dengan syarat2 yang di tetapkan Syariat Islam. Afwan ya Akhi.
      Wassalam

      Reply

  5. Posted by dodol on June 30, 2008 at 10:24 am

    gmn Islam bisa maju… kalo masing2 orang merasa bangga dengan jamaahnya sendiri, harusnya Islam bersatu!!!!

    Reply

  6. Posted by Muslim on July 9, 2008 at 7:12 am

    Sesuatu yang besar,selalu dimulai dari kecil.. Sayangnya untuk memulai sesuatu yang ’sangat besar’ jika dimulai tidak dg yang kecil ‘tapi banyak’ akan sulit berdiri, karena pondasinya perlu jg yg tangguh.. Tampaknya sangat tepat untuk menggambarkan situasi ini.. Islam terpecah2,bgaimana bila kita bersatu dalam satu wadah, dukungan atau seandainya bisa keikutsertaan kita sekecil apapun untuk mewujudkan ini,bisa membuat perubahan.. Mohonlah dipikirkan,karena kerinduan akan tegaknya Islam sudah begitu ingin kita rasakan.. Insya Allah..

    Reply

  7. Posted by rizalianmi on February 19, 2009 at 10:59 am

    @DODOL Setuju, kenapa ya kita malah jadi terpecah-pecah dan bangga dengan golongannya sendiri, saling menghina atau merendahkan yang lain, lalu kapan kita akan bangkit… Cobalah untuk berapresiasi melalui lembaga yang sudah ada, jika saudara merasa benar maka sampaikanlah… Semoga terbentuk Khilafah yang dirindukan. Amin

    Reply

  8. Posted by M.Lintang on March 26, 2009 at 11:46 pm

    Mari kita dukung era kebangkitan Islam…
    Semoga kita bisa menjadi saksi terbentuknya Khilafah.

    Reply

  9. Posted by vira on April 16, 2009 at 1:57 pm

    NU,HT, Muhammadiyah, atau yang lain ….. sah-sah saja memperjuangkan khilafah. Karena memperjuangkannya adalah sebuah kewajiban. OK !! jangan terpecah belah, segera satukan hati dan tekad. Khilafah akan segera tiba…. Allahu Akbar. Berjuanglah terus dengan cara yang benar. dengan mengikuti sunnah rasul. Pastikan metode dan strategi. Jangan samarkan dengan metode kaumkafir. Islam punya metode tersendiri.

    Reply

  10. Posted by rabbani on October 2, 2009 at 10:21 am

    tidak peduli apapun organisasi kita yang penting sekarang harus bersatu untuk menegakkan khilafah demi terciptanya islam yang mulia. muhammadiyah, NU, HT jangan saling menganggap benar tariqah dakwah masing masing2 toh kita punya tujuan yang sama yaitu mengembalikan kehidupan kita dibawah naungan khilafah

    Reply

Respond to this post