Archive for December, 2007

Sekolah Gratis !!!!

Sekolah gratis, ya ini adalah impian hampir semua orang. Baik orang kaya maupun orang miskin ( yg kaya emang sedikit kemaruk kali yah , udah banyak duit tapi masih minta gratis ). Tapi untuk yang satu ini, kesempatan buat mereka yang kurang mampu.
Ya, sekolah gratis yang didanai dari dana ZIS anda semua, yang di [...]

Continue reading »

Ini adalah pilihan yang sulit

Belakangan ini, aku dipusingkan untuk ambil keputusan, lantaran ada 2 pilihan yang benar-benar rumit. Satu pilihan untuk tetap pada kondisi sekarang, dan satu lagi “MOVE”, ke lingkunagan yang baru. Ya, benar-benar baru. Mulai dari lingkungan, iklim kerja, bahasa dan orang-orang yg ada didalamnya.
Belum lagi konsekuensi untuk pisah dari “Jagoanku”. Tapi pilihan tetap harus dilakukan. Selalu [...]

Continue reading »

Alhamdulillah, aku masih disayang….

Malam hujan begitu deras. Ruangan tempat bermain badminton yang terdengar hanya suara hujan mengenai atap gedung. Waktu sudah menunjukkan pukul 8.45 PM ( uh, sudah waktunya pulang ). Ya, jadwal latihan badminton setiap senin malam bersama rekan-rekan kerja.
Tak seperti biasanya, hari ini aku menunggu hujan cukup reda dulu. Maklum, jaket hujan yang kubawa sudah sobek [...]

Continue reading »

Maaf pak, baru sempat berkunjung….

Itulah kata yang terucap ketika bertemu dengan leaderku ( dulu ) sewaktu bekerja di sebuah perusahaan jepang di cikarang. Long time no see, . Yup 3 tahun lebih tidak bertemu. Terakhir berkomunikasi lewat telpon, itu pun sekitar 2 tahun lalu.
Sekarang beliau dirumah saja. Belum bekerja kembali. Maklum, tempat kerjaku dulu sudah tutup. Yah, lumayanlah [...]

Continue reading »

Gelisah Seorang Suami Auditor

Saya menikahi wanita yang memiliki karir profesional: AKUNTAN PUBLIK. Ya, dia adalah seorang auditor. Dan coba tebak apa yang dilakukannya …

Dia menyuruhku untuk menggunakan metode LIFO saat mengambil makanan yang
disimpan di kulkas. Aduh …
Dia menganggapku tidak berbakat dalam bermain dengan angka. Aku sih no
problem, makanya dia yang mengurus anggaran rumah tangga. Eh, tiap akhir bulan [...]

Continue reading »

Dan Cinta pun Bertasbih

Itulah salah satu judul bab dari bagian dwilogi : “Ketika Cinta Bertasbih” ke dua. Akhir yang tidak terduga. Jalan cerita yang begitu mengalir, tapi penuh misteri.
Cara kang Abik membuat ending sungguh sangat tdk tertebak. Luar biasa. Bagi yang belum sempat baca ( atau beli ) buruan. Nggak akan nyesel deh. Dijamin pasti nggak akan rugi.

Continue reading »