Home > Misc, Work > Staf IT Senang Mengintip Data Personal Karyawan

Staf IT Senang Mengintip Data Personal Karyawan

Bila saat ini Anda tidak khawatir soal keamanan data personal, mungkin sudah saatnya Anda mulai khawatir. Pasalnya, sebuah survey baru-baru ini menemukan hampir sepertiga staf IT (Information Technology) menyalahgunakan wewenang dalam posisi mereka untuk mengintip informasi personal dan rahasia dalam sistem komputer perusahaan.
Survey yang dilakukan Cyber-Ark Software bulan lalu di Eropa itu menemukan satu dari tiga orang staf IT mengaku telah masuk ke sistem perusahaan dan mengintip informasi rahasia seperti data-data pribadi, data gaji, email pribadi dan data HR.

Salah seorang IT Administrator yang disurvey bahkan tertawa sambil menjawab survey, dan mengatakan, “Mengapa Anda terkejut bila begitu banyak dari kami yang mengintip data-data Anda, bukankah Anda juga akan melakukan hal yang sama bila Anda punya akses seperti itu!”

Bukan hanya itu, sepertiga dari profesional di bidang IT yang disurvey itu merasa yakin mereka masih bisa mengakses data dalam jaringan perusahaan setelah mereka tidak lagi bekerja di sana.

Hasil riset ini menunjukkan faktor manusia adalah faktor yang paling lemah dalam jaringan pengamanan data dalam perusahaan. Sebulan sebelumnya sebuah riset yang dilakukan Ponemon Institute menemukan sepertiga eksekutif tidak mempercayai perusahaan mereka sendiri dalam hal informasi sensitif dan pribadi mereka dan merasa bahwa sebagian besar dari rekan kerja mereka juga tidak bisa dipercaya.

Menurut Cyber-Ark, sebagian besar dari masalah security ini disebabkan oleh kesalahan mengelola password.
Seperlima dari semua organisasi itu mengaku mereka jarang mengubah password administratif yang diberikan, sementara tujuh persen dari mereka mengatakan tidak pernah mengubah password administratif sama sekali. Hal itulah yang menyebabkan mengapa data mereka bisa diakses oleh orang lain.

Maraknya akses terhadap data personal karyawan merupakan dampak dari kemudahan teknologi. “Bila dulu kita harus membongkar tumpukan filing cabinet yang terdapat dalam departemen SDM untuk mendapatkan informasi confidential, kini yang kita perlukan hanyalah password administratif dan kita bisa masuk ke banyak tempat,” kata Calum Macleod, direktur Eropa untuk Cyber-Ark.

Perusahaan harus menyadari fakta bahwa bila mereka tidak memberlakukan beberapa lapisan security, memperketat akses pada informasi vital, dan mengontrol dengan baik password-password penting, maka aksi sabotase dan hacking seperti ini akan semakin marak, lanjut Macleod.  Apakah anda termasuk dalam kategori ini ??🙂

Dikutip dari PortalHR

Categories: Misc, Work
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: