Home > Misc, Renungan > Hidup adalah pilihan [ sebuah refleksi diri ]

Hidup adalah pilihan [ sebuah refleksi diri ]

Setelah membaca tulisan mas vavai, jadi tertarik juga untuk menuliskan pengalaman pribadi. Siapa tahu berguna bagi rekan – rekan yang membacanya, terlebih untuk memotivasi diri untuk lebih maju. Let’s begin……..

Perjalanan itu dimulai di hari senin di bulan Oktober ( kalo ndak salah inget yah ) tahun 1997. Ini pertama kalinya pergi ke jakarta setelah lulus SMU, di SMU N 1 Banyuasin II ( pasti nggak ada yang kenal ). Sebuah SMU ( dan satu-satunya dulu ) di kecamatan Banyuasin ( sekarang kecamatan Telang sepertinya ), Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Sebuah delta di bagian hilir kota palembang, tepatnya 2 jam perjalanan menggunakan speatboat. Akses kesana praktis hanya bisa dilakukan melalui sungai musi, dan tidak ada jalan darat. Sebuah tempat terpencil memang. Penduduknya hidup dari bertani dan berkebun. Tapi tempat bukan hambatan bukan ?🙂

Berangkat sendiri ke kota jakarta merupakan perjalanan yang sangat mengesankan bagiku. Sepanjang perjalanan, supir bus menyetel lagu dangdut berjudul “Benang Kusut” karya Meggi Z. Dan itulah resiko dari sebuah pilihan yang telah dibuat. Sebenarnya setelah lulus SMU sempat ikut UMPTN di UNSRI, dan berhasil lolos ( duh bangganya waktu itu ). Tapi karena tekanan ekonomi juga akhirnya harus rela untuk dilepas walau dengan berat hati.

Berangkat ke jakarta adalah sebuah pilihan berat. Harus meninggalkan orang tua dan adik-adik, ke tempat yang begitu asing untuk seorang anak kampung sepertiku🙂 . Niatnya cuma satu, harus bisa cari kerja. Sampai dijakarta, bulan pertama tidak ada yang di kerjakan, Praktis hanya dirumah paman saja. Bulan ke dua mulai iseng beli koran untuk cari lowongan kerja. Baca sana – sini, akhirnya sempat kirim satu lamaran ke sebuah perusahaan dengan alamat PO BOX ….

3 bulan pertama di jakarta sempat ikutan jadi kolektor iuran televisi. Yup itu tuh…. yang nagih iuran televisi kerumah-rumah. Lumayan berkesan juga. Kadang disambut dengan ramah, kadang di tutupin pintu dan lain sebagainya. Beberapa bulan kemudian, akhirnya dapat panggilan untuk test di sebuah perusahaan. Duh, senangnya… inilah panggilan kerja pertamaku. Tapi begitu tahu alamatnya, jadi bingung… daerah mana ini ?? Kawasan Industri Jababeka II, Cikarang. Itulah tempatnya [ maklum dari kampung, jadi nggak tahu daerah lain…. jakarta utara aja masih nyasar🙂 ]. Tapi dengan bekal nekat, akhirnya ketemu juga. Sehari sebelum hari test, survei lokasi ( ceile….). Dan mungkin karena beruntung atau lagi hoki ( saya menyebutnya karunia terbesar ), saya diterima bekerja di perusahaan itu. Dari 40 orang peserta test, hanya 1 orang yang di ambil, dan itu adalah saya. Thanks Allah……Saya diterima di departemen logistik, tepatnya di packing section PT. Video Display Glass Indonesia. Sebuah perusahaan join venture antara Asahi Glass Jepang, dan Roda Mas. Namun sayang, sekarang sudah tutup. Mau tahu gaji pertama saya ?? Rp 170 rb. It’s true…..UMR tahun 1998.

Pengalaman lucu yang pertama kali saya temui saat mulai kerja adalah, salah satu tools yang kita gunakan adalah komputer. Ampun……… inilah pertama kali aku melihat bagaimana fisik dari sebuah komputer [ Sebelumnya cuma lihat lewat film-film di televisi saja]. Guest……..begitu tegangnya saya….lihat saja baru pertama kali….Dan satu-satunya orang yang angkat tangan saat group leader bertanya siapa yang baru lihat komputer adalah saya ( duh malunya…..). Tapi apa boleh buat, layar sudah terbentang, kapal sudah berlayar. Apa yang akan terjadi, terjadilah. Maka jadilah saya orang yang paling bawel bertanya tentang komputer. Kebetulan waktu itu ada seorang group leader yang memiliki pengetahuan komputer cukup bagus dan ramah [sekarang sudah almarhum, semoga amal beliau menjadi amal jariah yang tidak akan pernah terputus, amin]. Alhamdulillah, dari orang yang buta akan komputer, 3 bulan kemudian jadilah saya orang yg cukup bisa ( bahkan menurut atasan saya, sayalah yang sekarang paling bisa diantara 40 rekan yang lain.. hehehe… :, tapi cuma applikasi office saja ) . Dimana ada kemauan, disitu ada jalan.

Satu tahun bekerja, sudah mulai mikir, apa benar saya kuat bekerja begini sampai 10 tahun kedepan ?. Maklum, pekerjaan saya adalah seorang tukan packing panel televisi atau CRT. Mulai dari ukuran 14 inch, sampai sempat ngerasain ukuran 29 inch. Wuih… beratnya. Dan itu kita lakukan manual ( Kebayang kan gimana susahnya… hehehe ). Kebetulan salah seorang teman kerja kasi info bahwa dibekasi ada sekolah ( STMIK ) yang bisa diikuti oleh karyawan shift [ Saya bekerja shift, terbagi dalam 3 shift, pagi, siang dan malam ]. Maka mulailah perburuan informasi. Awalnya mau ambil tehnik komputer, tapi karena alasan ntar dananya nggak ada buat beli komponen🙂 , akhirnya pindah ke Manajemen Informatika. Benar yang mas vavai tuliskan, kuliah bagi orang bekerja, apalagi untuk kelas operator butuh bukan hanya sekedar niat dan duit. Semangat………itulah yang harus dimiliki. Bayangkan, pulang kerja jam 7 pagi harus ikut kuliah, karena jam 3 sore harus sudah masuk lagi….fiuh….betapa beratnya.

Semester akhir ( 6 ) tahun 2002, ditawarin kerja di companynya pak Abdussalam [ terima kasih banyak bapak ], jadi developer PHP. Mulanya sih ragu, karena gajinya dibawah gaji seorang operator pabrik. Tapi berkat saran dari seorang wanita, akhirnya diambil juga [ Thanks dear, tanpamu aku bukan siapa-siapa ]. Betapa senangnya rasanya. untuk pertama kali kerja bukan sebagai operator. Walaupun harus belajar giat bulan pertamanya, karena selama ini lom pernah belajar. 6 bulan kemudian pindah ke sebuah software house di daerah senen [ jakarta pusat ], sebagai karyawan kontrak. Teknologi yang dipakai adalah VB dengan database MySql. Di sini saya sempat handle inventory sebuah perusahaan group dari Unilever yang bergerak di bidang industri obat nyamuk bakar ( Itu tuh,,, yang asapnya bisa gaplok nyamuk….hehehe ). Menjelang masa kontrak berakhir, dapat panggilan test di company sekarang. Test bersama lulusan sebuah universitas bergengsi di daerah jakarta barat, cukup membuat ciut nyali. Tapi sekali lagi, bahwa rejeki bukan kita yang menentukan. Saya diterima🙂 .

Start dari posisi System Officer, berubah jadi IT Analyst, dan akhirnya berubah jadi Lead IT System Analyst ( ah, hanya posisi saja, kemampuan sebenarnya masih jauh dari memadai…], dan memanage 2 orang developer.

Sebuah perjalanan yang panjang dan penuh liku-liku. Siapa yang menyangka, bahwa seorang anak kampung yang di desanya bahkan listrik masih susah sampai saat ini bisa bekerja di sebuah perusahaan farmasi nasional. Tapi itulah adanya. Dan semuanya berpulang pada kita. Hidup adalah pilihan, maka jadilah orang bijak dalam memilih, karena semua pasti akan ada resikonya.

Categories: Misc, Renungan
  1. August 7, 2007 at 11:55 am

    ckckckck jadi termotivasi nih

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: