Home > Gado-gado, Misc, Renungan > Sekolah lagi ? Kenapa tidak….

Sekolah lagi ? Kenapa tidak….

Akhir-akhir ini keinginan buat sekolah lagi muncul kembali di otakku. Maklum, aku kan belum sarjana penuh saat ini. Dulu cita-citanya memang prosesnya akan dibagi 2. Ambil D3 dulu, baru ambil S1 nya. Eh…ternyata nikah duluan.. hehehe. So sekarang sudah ada buntut yang mesti dipikirkan juga.

Sebenarnya kalo ada yang mau ngebiayain….pasti tidak akan pikir panjang. Tapi, gimana kalo ada yang nawarin biaya dengan ikatan dinas ?. Ditunggu komentarnya…🙂

Categories: Gado-gado, Misc, Renungan
  1. December 4, 2007 at 12:52 pm

    Salam Kenal
    Keinginan anda membuat saya tergelitik untuk menyampaikan sedikit kesimpulan setelah membacanya.
    Rasanya kesuksesan hidup seseorang baik di duni maupun didunia lain – setelah kita mati- tidaklah tergantung dari jabatan dan titel yang kita sandang, melainkan hasil dari kerja keras kita untuk meraih itu semua.
    Andaikan kita sudah semaksimal mungkin berikhtiar dan berusaha selelah mungkin, tetapi hasil tidak maksimal, maka berharaplah segalanya akan terpenuhi lewat keberhasilan yang di kerjakan atau dilakukan anak anda dimasa mendatang.
    Ingatlah kita hidup tidak untuk selamanya, tetapi kehidupan akan terus berjalan hingga datangnya hari akhir. Dan kita hidup tidak di dunia saja, melainkan ada kehidupan yang abadi setelah ini. Mengapa tidak anda membagi waktu yang sementara ini untuk bekal di kehidupan hakiki?

  2. December 5, 2007 at 11:33 am

    #Ali
    Salam kenal kembali, dan terima kasih atas tanggapannya.

    Betul, ukuran kesuksesan bukan dari titel dan segala macam embel-embel dunia. Bagi kita umat muslim, ukuran sukses itu ukurannya adalah akhirat. Tapi bagaimana kita mengukurnya sekarang ?

    Kalau anda mengatakan bahwa hasil yg menjadi tolak ukur, saya kira kurang tepat. Bahkan Nabi sendiri mengatakan bukan pada hasilnya, karena hasil itu bukan lagi kehendak kita, tapi kehendak yang di atas. Tetapi lebih kepada bagaimana usaha kita untuk mencapai itu.

    Hal lain yg harus dilihat juga adalah bahwa orang beriman yang memiliki ilmu, akan di angkat oleh Allah beberapa derajat lebih tinggi dari yang lainnya. Proses pencarian ilmu itu sendiri memiliki nilai pahala tersendiri. Baik itu ilmu dunia, maupun ilmu akhirat.

    Kalaulah kita bisa bijaksana, tentunya harus ada keseimbangan diantara keduanya.

    Kemudian, berharap bahwa keberhasilan lewat anak bukanlah sesuatu yg bijak. Anak memiliki garis kehidupan sendiri. Kalau lah saat ini ilmu yang dimiliki untuk mendidiknya jauh dari cukup, bagaimana bisa berharap lebih ? Sedangkan bekal yang kita berikan tidak mencukupi.

    Setidaknya usaha ke arah sana sudah diambil. Urusan hasil bukan lagi pada kita. Karena setiap langkah dalam mencari ilmu akan diganjar dengan pahala kebaikan.

  3. December 5, 2007 at 11:42 am

    Alhamdulillah, Akhirnya tekad di bulatkan. Sekarang udah lewat midtest semester pertama. Target 1,5 tahun selesai semoga saja bisa tercapai.

    Capek ? Alhamdulillah lumayan. Harus di syukuri, karena itu artinya Allah masih memberi kepercayaan untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: