Home > Aku, Gado-gado, Renungan > Alhamdulillah, aku masih disayang….

Alhamdulillah, aku masih disayang….

Malam hujan begitu deras. Ruangan tempat bermain badminton yang terdengar hanya suara hujan mengenai atap gedung. Waktu sudah menunjukkan pukul 8.45 PM ( uh, sudah waktunya pulang ). Ya, jadwal latihan badminton setiap senin malam bersama rekan-rekan kerja.

Tak seperti biasanya, hari ini aku menunggu hujan cukup reda dulu. Maklum, jaket hujan yang kubawa sudah sobek ( lom sempet beli ). Setelah hujan cukup reda, barulah start pulang. Jalanan sudah lumayan tidak terlalu ramai, maklum sudah jam 9 15 pm. Dari UNTAR, ambil arah ke Warung buncit.

Lampu merah pertama dilalui dengan baik. Maklum, lagi hijau, jadi nggak ada masalah. Menjelang lampu merah kedua, jalanan cukup sepi. Ditambah hujan yang masih rintik-rintik, ditambah lagi helm dengan kaca sedikit gelap agak mengaburkan pandangan. Dari jauh lampu menyala hijau. Bisa langsung jalan nih pikirku. Tanpa menurunkan gas, aku mencoba trs melaju. Astaghfirullah, ternyata mobil didepan sana berhenti, karena ada metro mini yang berhenti. Ups…kucoba menghentikan laju motorku yang lumayan kencang. Tapi naas, jalanan yang licin membuat keseimbangan motorku hilang. Daya cengkram ban pun tiada. Dan akhirnya aku terjatuh dan BRUUUUKK… !!!!

Sebuah mobil sedan berwarna metalik kutabrak. Ya Allah…apa yang sudah kulakukan. Aku coba untuk mendirikan kembali motorku yang terguling. Alhamdulillah, pelk nya tidak apa2. artinya aku masih bisa pulang kerumah. Cuma bagian depan saja yang patah. Sementara pemilik sedan keluar setelah kami sama-sama meminggirkan kendaraan. Ya, aku tidak ambil langkah seribu, karena aku yakin aku salah. Dan aku tidak mau jadi pengecut. Akhirnya setelah negosiasi, aku bayar beberapa ratus ribu untuk membantu membiayai kerusakan mobil tersebut.

Sampai rumah, aku masukkan motor kedalam rumah. Cuci kaki dan tangan, kemudian makan malam. Habis shalat aku langsung tidur. Keesokan harinya aku baru cerita ke keluarga perihal kejadian yg menimpaku. Aku nggak mau mereka khawatir.

Ya, Allah masih sayang padaku. Dia berikan teguran untuk berhati-hati dijalan melalui ini. Dia berikan terguran untuk rajin bersedekah juga melalui kejadian ini. Terima kasih ya Allah.

Categories: Aku, Gado-gado, Renungan
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: