Home > Islam, Keluarga, Pendidikan, Renungan, Singapore > Untukmu Ayah, kotak penuh ciuman…

Untukmu Ayah, kotak penuh ciuman…

Sebuah kisah nyata:

Kisah ini dialami oleh sebuah keluarga muda, terdiri dari suami-isteri beserta anak perempuannya yang masih balita. Takdir Allah telah menggariskan ajal sang isteri, Ibu muda itu telah kembali menghadap kepada-Nya, dan meninggalkan sang suami beserta anak kecil yang dicintainya.
Mulailah sang ayah mengarungi kehidupannya, sambil bekerja mencari nafkah, dia pun berusaha dengan telaten memelihara sang buah hatinya. Kehidupan itu memang penuh warna,.. kadang sedih,..kadang bahagia,..kadang di atas,..kadang di bawah …diinjak….

Begitu juga kehidupan ekonomi sang ayah ini, mulai tersendat-sendat, sehingga dia mesti bekerja lebih keras lagi, lelah,.. capek,…ujung-ujungnya mudah emosi. Apalagi laki-laki memang diciptakan Allah dengan karakter yang berbeda dengan wanita yang penuh kelembutan dan kesabaran, yang menambah kompleksitas sang ayah dalam memelihara dan mengasuh anak semata wayangnya.

Anak kecil memang punya dunianya sendiri. Dengan fitrah dan rasa ingin tahunya, si anak mulai bertingkah polah, yang mulai menyedot energi sang ayah… Nada kesal mulai muncul dari mulut sang ayah,…nada tinggi mulai keluar,.. kadang sampai ke tingkat bentakan…Memang capek ngemong anak itu,.. pikir sang ayah,… sambil teringat almarhumah istrinya..
Suatu hari, dalam kepenatan sang ayah,.. si kecil bertingkah lagi. Sasarannya sekarang kotak boks tissu.

Si kecil asyik mengeluarkan seluruh isi tissu,… bertebaranlah kemana-mana. Si Ayah pun meledaklah emosinya sambil membentak:
“Udah,.. jangan main main tissu !”
Si kecil seolah tak peduli,..tinggal boks tissu kosong yang dia pegang,..
Si Ayah hampir saja marah lagi,.. tapi dia tercenung,..
aneh karena si kecil mengambil kertas pembungkus,.. seakan ingin membuat kado dari boks tissu itu.

Esok harinya baru si Ayah sadar, hari ini adalah hari ulang tahunnya.. Dan benar saja,.. si kecil membawa sebuah kotak yang terbungkus… Sebenarnya si Ayah juga agak heran,..hadiah apa yang mau diberikan si kecil,.. karena saking morat-marit kehidupan ekonominya. Diterimanya hadiah dari si kecil,.. dibukanya bungkusan itu,.. dan isinya,.. boks tissue itu… “Hmm,.. apa ya isinya” pikir si Ayah,.. tapi kosong melompong… Entah mengapa,.. si Ayah merasa dipermainkan si kecil. “Apa-apaan ini,.. kamu mempermainkan ayah ya !” dengan nada yang tinggi. Emosi seolah melupakannya kalau yang dihadapinya adalah anak yang masih kecil.

“Udah tahu Ayah sedang susah,.. ngasih hadiah KOSONG lagi !!”
Mata si kecil pun berkaca-kaca.
“Ayah,.. nggak,.. nggak,.. Aku nggak kasih hadiah kosong”, suaranya agak tersendat.
“Ini apa,..lihat tuh,..KOSONG”, si ayah tambah emosi,..lupa hari ulang tahunnya.
“Kotak itu PENUH Ayah..” jawab si kecil
“Penuh gimana,.. ini kosong”
“Penuh ayah,… PENUH CIUMAN untuk ayah….”, ” Aku SAYANG Ayah”

Termenung lah si ayah,.. baru sadar bahwa si kecil buat hatinya sangat mengasihinya.
Baru tahu kalau si kecil dari jauh menciuminya,.. menciumnya di boks tissue itu…

Terharulah si Ayah, meleleh lah airmatanya…ternyata si kecil sangat menyanyanginya,..
walaupun selama ini dia kurang sabaran menghadapi tingkah polahnya. Dia baru menyadari bahwa selama ini dia haus untuk dikasihi,… tapi lupa untuk mengasihi. Dan si kecil, dengan fitrahnya yang masih suci,.. memberinya inspirasi dan pelajaran berharga akan arti Mengasihi seseorang.

Allah, si pemilik sebenarnya dari si anak, telah berencana. Beberapa saat setelah kejadian tersebut, si kecil jatuh sakit dan tak lama kemudian menyusul ibunya, menghadap sang Pencipta. Si Ayah telah kehilangan dua orang yang sangat dicintainya.
Tapi kotak “penuh ciuman” itu tetap disimpannya.
Disaat resah dan gundah,.. didekapnya kotak tissu itu,… mengingatkannya akan si kecil, buah hatinya.

[ dari milis Indonesia Muslim Community at S’Pore : <<Disadur secara bebas dari Acara CAHAYA HATI KH. Abdullah Gymnastiar 20 Juni 2008 selepas acara Euro soccer Jerman vs. Portugal.>> ]

  1. reni
    June 21, 2008 at 10:36 am

    Subhanallah sang ayah,semoga dalam kesendiriannya ia menemukan kesejukan kasih sayang Allah, kecintaan anak dan istrinya dalam sebuah kotak kecil yang menakjubkan. istri sholehah sedang menanti (suratan Allah)

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: