Home > Aku, Batam, Pulang Kampung, Renungan > Bersabar, ternyata memang tidak mudah

Bersabar, ternyata memang tidak mudah

Setidaknya itulah yang aku lakukan sore ini ( 1 Agustus 2008 ). Karena keinginan untuk lebih cepat sampai dirumah, aku sedikit terburu-buru. Berlari kecil sejak keluar dari pintu MRT di HF, dalam ruangan stasiun sampai dengan lift menuju ticketing di sebuah armada penyeberangan. Namun apa yang aku dapat. Ah, ternyata sudah tutup untuk jadwal jam 7. Terpaksalah menunggu sampai dengan pelayaran berikutnya.

Hm…, tapi setelah duduk didalam ruangan banquete, menikmati segelah ovaltine hangat, barulah aku sadar bahwa apa yang aku lakukan adalah kurang bijaksana. Jika saja pada saat terburu-buru tadi aku menabrak seseorang, atau terjatuh, atau lainnya yang mungkin akan mengakibatkan diriku dan atau prang lain cidera, tentulah bukan cepat pulang yang aku dapat. Akan tetapi malah akan memperlambat atau bahkan bisa batal. Hm…memang indah jika kita bersabar dan melakukan semuanya dengan penuh tanggung jawab.

Terima kasih ya Allah, Engkau telah memberikan pelajaran berharga hari ini. Semoga kedepan aku bukanlah seorang yang suka bertindak dengan tidak bertanggung jawab.

Categories: Aku, Batam, Pulang Kampung, Renungan
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: