Home > Hikmah, Islam, Motivasi > Who Move My Cheese ?

Who Move My Cheese ?

Ada cerita yang sangat sering kita dengar jika kita ikut training motivasi. Ya, cerita tentang 2 ekor kurcaci dalam labirin yang berisi keju. Berikut cuplikannya :

Cerita ini tentang dua kurcaci. Mereka hidup dalam sebuah labirin yang sarat dengan keju. Kurcaci yang satu selalu berpikiran suatu hari kelak keju di tempat mereka tinggal akan habis. Karena itu, dia selalu menjaga stamina dan kesadarannya agar jika keju di situ habis, dia dalam kondisi siap mencari keju di tempat lain. Sebaliknya, kurcaci yang kedua, begitu yakin sampai kiamatpun persediaan keju tidak akan pernah habis.
Singkat cerita, suatu hari keju habis. Kurcaci pertama mengajak sahabatnya untuk meninggalkan tempat itu guna mencari keju di tempat lain. Sang sahabat menolak. Dia yakin keju itu hanya dipindahkan oleh seseorang dan nanti suatu hari pasti akan dikembalikan. Karena itu tidak perlu mencari keju di tempat lain. Dia sudah merasa nyaman. Maka dia memutuskan menunggu terus di tempat itu sampai suatu hari keju yang hilang akan kembali. Apa yang terjadi, kurcaci itu menunggu dan menunggu sampai kemudian mati kelaparan. Sedangkan kurcaci yang selalu siap tadi sudah menemukan labirin lain yang penuh keju. Bahkan jauh lebih banyak dibandingkan di tempat lama.
Pesan moral cerita sederhana itu jelas: jangan sekali-kali kita merasa nyaman di suatu tempat sehingga lupa mengembangkan diri guna menghadapi perubahan dan tantangan yang lebih besar. Mereka yang tidak mau berubah, dan merasa sudah nyaman di suatu posisi, biasanya akan mati digilas waktu.

Menarik bukan ? Sangat memotivasi. Ada yang salah dari cerita diatas ? Tidak ada yang salah dari ceritanya. Namun ada nasehat yang luar biasa dari seorang sahabat, yang mudah – mudahan menjadi pengingat bagi kita semua:

Sebagai seorang muslim, ada yang satu hal yang perlu di ingat,  bahwa jatah keju telah dijamin oleh Pencipta keju. Tidak akan datang keju melainkan yang telah tertulis, dan tidak akan hilang berpindah walau seluruh jin dan manusia berupaya “to move the cheese” melainkan yang telah tertulis.

Jadi kedua kurcaci tidak perlu khawatir maupun bersedih hati, kedua-duanya benar dan pilihan yang valid dalam hidup. Which one you enjoy the most and which one that will bring you closer to Allah, not further, is the best for you. Kalau nekat jadi pengusaha terus terjerumus pada kompromi atas idealisme anti suap dengan alasan “kalau ga gini ga jalan”, apakah itu mendekatkan pada Allah atau menjauhkan ? Juga dilema entertainment dan escorting business clients/partners.

Namun juga, kalau tetap pada pekerjaan tetap sebagai karyawan lalu akibatnya secara gradual terbentuk mentalitas mengandalkan gaji rutin hingga lupa bahwa hakikatnya rejeki itu dari Allah bukan dari transfer gaji bulanan; saya rasa kurang baik juga untuk aqidah dalam meyakini Allah sebagai penjamin rezeki.

Whichever path we take, rest assured we will face the appropriate amount of trials and tribulation, to test our quality because what else is the purpose of life if not to pass these tests ?

[Thank to : Ainun Najib atas wejangannya ]

Categories: Hikmah, Islam, Motivasi
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: